Alasan Pemerintah Tetap Gunakan Rapid Test meski Akurasi Rendah

Senin, 13 Juli 2020 - 14:12 WIB
Sejumlah pihak meminta agar pemerintah menghentikan penggunaan rapid test untuk mendeteksi Covid-19. Pasalnya rapid test dinilai memiliki akurasi rendah. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Sejumlah pihak meminta agar pemerintah menghentikan penggunaan rapid test untuk mendeteksi Covid-19 (virus Corona). Pasalnya rapid test dinilai memiliki akurasi rendah dalam mendeteksi Corona.

(Baca juga: Kemlu: 1.175 WNI di Luar Negeri Positif Corona, 772 Sembuh, 90 Meninggal)



"Tetapi selama PCR ini belum terpenuhi maka jalan tengahnya untuk sementara dulu adalah rapid test," kata Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/7/2020).

Meski begitu dia menegaskan, pemerintah tetap berupaya menggunakan PCR test di masa mendatang. Hal ini mengingat tingkat akurasinya yang tinggi. (Baca juga: Penularan Covid-19, Gugus Tugas Ingatkan Penularan Micro Droplet)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!