Tokoh Indonesia di Jerman Sesalkan Pernyataan Kamaruddin Sudutkan Institusi Polri

Senin, 26 Desember 2022 - 20:08 WIB
Menurut Tanardi, mengkritik secara konstruktif jauh lebih baik dari pada mencaci maki dengan kebencian. Polri menjadi baik itu tujuan ideal semua pihak. Makanya perlu mengkritik dengan berbudaya dan beretika. Karena itu, Tanardi mendukung agar proses laporan terhadap Kamaruddin Simanjuntak dan Uya Kuya di Polres Metro Jakarta Selatan dapat ditindaklanjuti hingga proses persidangan supaya publik paham mana info publik yang mendasar dan mana info publik yang provokatif dan bohong.

"Melalui kesempatan ini, saya mau menekankan bahwa saya sebagai aktivis masyarakat Indonsia Jerman juga sudah aktif bergaul dengan polisi dari pangkat bintara hingga perwira tinggi, namun saya tidak mempunyai perasaan bahwa Polri adalah sarang grup mafia," ujarnya.

Untuk diketahui, dalam video yang disiarkan dalam kanal YouTube Uya Kuya TV, Kamaruddin menjawab pertanyaan selebritas Uya Kuya dengan mengatakan, polisi mengabdi kepada negara hanya seminggu, tiga minggu lagi mengabdi kepada mafia.

"Kalau jujur memang polisi di mana-mana melakukan perbuatan itu kok," ucap Kamaruddin.

"Maksudnya?" tanya Uya Kuya.

"Maksudnya polisi itu mengabdi kepada negara hanya seminggu kok, tiga minggu lagi mengabdi kepada mafia. Kita jujur saja lah, nggak usah hidup munafiklah," jawab Kamaruddin Simanjuntak.

Menurut Kamaruddin, karena mengabdi kepada mafia maka rata-rata hartanya puluhan miliar sampai ratusan miliar hingga triliunan. "Pertanyaannya jika tidak mengabdi kepada mafia dari mana itu uang puluhan miliar, ratusan miliar hingga triliunan?" tanya Kamaruddin lagi.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!