Tokoh Indonesia di Jerman Sesalkan Pernyataan Kamaruddin Sudutkan Institusi Polri

Senin, 26 Desember 2022 - 20:08 WIB
loading...
Tokoh Indonesia di Jerman...
Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak dinilai menyudutkan institusi Polri. FOTO/DOK.MPI
A A A
JAKARTA - Pernyataan Kamaruddin Simanjuntak , seorang penasehat hukum, yang dinilai sangat provokatif dan menyudutkan institusi Polri, mendapat reaksi dari masyarakat. Tak hanya di dalam negeri, tapi juga dari Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

Tokoh masyarakat Indonesia di Berlin, Jerman, Jozef Tanardi (70), menyayangkan pernyataan Kamaruddin dalam sebuah acara di kanal Youtube Uya Kuya. Tanardi menilai pernyataan Kamaruddin sangat provokatif dengan informasi yang tidak etis.

"Dari penggalan langsung dari video Youtube Uya Kuya, Kamaruddin memberikan pernyataan bahwa Kepolisian Republik Indonesia sarang mafia. Ia menyebut polisi hanya mengabdi kepada negara selama satu minggu, lalu mengabdi pada mafia," kata mantan aktivis Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman ini mengutip penyataan Kamaruddin seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (26/12/2022).

Baca juga: Pengacara Brigadir J Tuding Polisi Abdi Mafia, Arteria Dahlan Minta Polri Bertindak

Lebih menohok lagi, Kamaruddin meminta Polri jujur dan usah munafik. Pernyataan Kamaruddin Simanjuntak mencuat terkait kasus Ferdy Sambo. Menurut Tanardi kasus Sambo tidak bisa digeneralisasikan bahwa Sambo adalah wakil dari 400.000 lebih polisi dan pegawai negeri pada Polri.

Tanardi lalu memberikan analisa terhadap frasa yang diucapkan Kamaruddin. Analisa pertama adalah frasa Polri yang digunakan Kamaruddin mengandung arti seluruh personel yang bertugas di instansi Polri sebanyak 400.000 orang seperti dijelaskan Pasal 1 UU Nomor 2 Tahun 2002.

Analisa kedua, sarang mafia. Sarang dalam arti kiasan sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya tempat kediaman atau tempat persembunyian Sementara mafia di KBBI berarti perkumpulan rahasia yang bergerak di bidang kejahatan.

"Frasa ini harus bisa difaktakan oleh Kamaruddin Simanjuntak, mana perkumpulan rahasia di bidang kejahatan yang bersembunyi di tubuh Polri," ujar Tanardi.

Analisa ketiga, polisi rata-rata mengabdi ke negara seminggu. "Apakah ada survei yang dilakukan Kamaruddin Simanjuntak, sehingga bisa membuat masa rata-rata pengabdian polisi ke negara yang hanya seminggu atau kalau dalam bahasa hukum 7x24 jam," ujarnya.

Menurut Tanardi, setiap polisi yang dilantik dari SPN dan Akademi Kepolisian telah disumpah untuk mengabdi ke negara dari usia 18 tahun hingga pensiun di usia 58 tahun. Artinya pengabdian ke negara oleh tiap polisi mencapai 40 tahun.

Polisi punya tugas dalam kegiatan rutin kepolisian juga pada masa operasi kepolisian. "Apakah penugasan banyak polisi dalam operasi kepolisian di Poso, di Papua, di penugasan misi-misi internasional di luar negeri, tentu saja tidak cukup seminggu, bahkan ada yang sampai tahunan tidak bertemu keluarganya demi negara?" tanya Tanardi.

Ia khawatir Kamaruddin Simanjuntak tidak paham tentang pengabdian polisi dalam tugas-tugas operasi kepolisian ini karena hatinya sudah subjektif untuk hanya mendiskreditkan polisi

Analisa keempat, mengabdi kepada mafia. "Ini kalimat yang paling berbahaya bila dicerna publik tanpa fakta," tandas Tanardi.

Mengabdi sesuai KBBI berarti menghambakan diri dan berbakti. "Apakah ada fakta hukum terhadap hal ini, sehingga bisa digeneralisasi terhadap institusi Polri. Mafia mana dan oknum polisi mana, silahkan tunjuk orang per orang, nama per nama jika ada fakta hukum," cetus Tanardi.

Aktivis Indonesia di Jerman ini meminta Kamaruddin mengacu Kapolri dalam program Presisi-nya yang meminta masyarakat mengawasi oknum-oknumnya yang melanggar. Jadi jelas siapa orangnya dan siapa oknum polisinya.

Menurut Tanardi, mengkritik secara konstruktif jauh lebih baik dari pada mencaci maki dengan kebencian. Polri menjadi baik itu tujuan ideal semua pihak. Makanya perlu mengkritik dengan berbudaya dan beretika. Karena itu, Tanardi mendukung agar proses laporan terhadap Kamaruddin Simanjuntak dan Uya Kuya di Polres Metro Jakarta Selatan dapat ditindaklanjuti hingga proses persidangan supaya publik paham mana info publik yang mendasar dan mana info publik yang provokatif dan bohong.

"Melalui kesempatan ini, saya mau menekankan bahwa saya sebagai aktivis masyarakat Indonsia Jerman juga sudah aktif bergaul dengan polisi dari pangkat bintara hingga perwira tinggi, namun saya tidak mempunyai perasaan bahwa Polri adalah sarang grup mafia," ujarnya.

Untuk diketahui, dalam video yang disiarkan dalam kanal YouTube Uya Kuya TV, Kamaruddin menjawab pertanyaan selebritas Uya Kuya dengan mengatakan, polisi mengabdi kepada negara hanya seminggu, tiga minggu lagi mengabdi kepada mafia.

"Kalau jujur memang polisi di mana-mana melakukan perbuatan itu kok," ucap Kamaruddin.

"Maksudnya?" tanya Uya Kuya.

"Maksudnya polisi itu mengabdi kepada negara hanya seminggu kok, tiga minggu lagi mengabdi kepada mafia. Kita jujur saja lah, nggak usah hidup munafiklah," jawab Kamaruddin Simanjuntak.

Menurut Kamaruddin, karena mengabdi kepada mafia maka rata-rata hartanya puluhan miliar sampai ratusan miliar hingga triliunan. "Pertanyaannya jika tidak mengabdi kepada mafia dari mana itu uang puluhan miliar, ratusan miliar hingga triliunan?" tanya Kamaruddin lagi.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Mutasi Polri Terbaru!...
Mutasi Polri Terbaru! 1.121 Personel Digeser, Ada Kapolda hingga Wakapolda
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Rekomendasi
Pancasakti Run 2026:...
Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Berita Terkini
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved