Berharap pada Panglima TNI Baru 

Sabtu, 03 Desember 2022 - 11:16 WIB
Secara pribadi, tentu merupakan kebanggaan bagi suami dari AKBP Veronica Yulis itu bisa menggapai karier militer hingga posisi puncak.

Di sisi lain, memegang amanat menjadi Panglima TNI tentu tidaklah mudah. Kondisi ini pun sudah pasti dipahami Laksamana Yudo. Walaupun saat ini terbilang stabil, keamanan Indonesia masih saja diwarnai beberapa isu menonjol. Di antaranya adalah gangguan keamanan di daerah tertentu,rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), dinamika menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, hingga isu kenaikan BBM dan kebutuhan pokok.

Selain itu, Yudo Margono juga merespons dinamika geopolitik seperti potensi instabilitas kawasan Asia Pasifik yang mengemuka akibat ketegangan di Laut China Selatan, konflik di semenanjung Korea, potensi konflik China-Taiwan, perang Rusia-Ukraina dan berbagai konflik kepentingan dan kompetisi kekuatan negara-negara besar lainnya.

Dengan segala keterbatasan sumber daya yang dimiliki TNI, setumpuk tantangan tersebut mau tidak mau harus mendapatkan respons maksimal. Kendati demkian, Yudo Margono bisa menentukan prioritas apa yang urgen diambil kali pertama, hingga kemudian satu-persatu persoalan bisa dituntaskan.

Secara kapasitas, alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 1988 tidak diragukan lagi. Selama memimpin TNI AL, dia dikenal sebagai bapak infrastruktur. Sebutan ini disematkan karena visi mengembangkan kekuatan TNI AL dengan membangun beberapa pemusatan latihan di luar daerah Jawa, serta membuat perumahan dinas untuk kesejahteraan prajurit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!