Reformulasi Agama dalam Geopolitik Global
Kamis, 03 November 2022 - 13:04 WIB
Asep Saepudin Jahar, Guru Besar Sosiologi Hukum Islam, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta. Foto/Dok. Pribadi
Asep Saepudin Jahar
Guru Besar Sosiologi Hukum Islam
Direktur Sekolah Pascasarjana
UIN Jakarta
AGAMA menjadi isu sentral dalam masyarakat global saat ini. Perdamaian dunia dan geo-politik global berhubungan erat dengan keberagamaan masyarakat. Diskursus ini menjadi tema penting dalam Religion forum G20 yang diadakan di Bali, 2-3 November 2022.
Perhatian agama bagi masyarakat dunia terkait adanya harapan pada satu sisi dan kenyataan praktik agama pada sisi yang menunjukkan eksklusifisme serta kekerasan. Para delegasi dalam forum ini berbagi pengalaman kegamaan mereka untuk merumuskan dan menemukan nilai persamaan untuk perdamaian.
Pertemuan para tokoh agama dunia yang diinisiasi Nahdhatul Ulama bekerja sama dengan Liga Muslim Dunia (Muslim World League) membahas tema penting terkait dengan kondisi keagamaan dalam merespons geopolitik dunia dengan membangun titik temu nilai-nilai keadaban beragama.
Upaya ini menguat karena agama di beberapa belahan dunia menampilkan kekerasan dan ekstremisme yang diakibatkan oleh eksklusifisme doktrinal yang dibarengi dengan kepentingan politik. Forum pertemuan internasional para tokoh agama ini berbagi pengetahuan dan pengalaman yang terkait masalah-masalah keberagamaan.
Konfigurasi Sosial Agama
Kehadiran agama diawali sebagai landasan moral dan etik pemeluknya untuk menjadikan manusia dalam keadaban yang dilandasi ketuhanan. Setiap pemeluk meyakininya sebagai kebenaran dari Tuhan yang mengarah pada pembelaan atas nama agama.
Guru Besar Sosiologi Hukum Islam
Direktur Sekolah Pascasarjana
UIN Jakarta
AGAMA menjadi isu sentral dalam masyarakat global saat ini. Perdamaian dunia dan geo-politik global berhubungan erat dengan keberagamaan masyarakat. Diskursus ini menjadi tema penting dalam Religion forum G20 yang diadakan di Bali, 2-3 November 2022.
Perhatian agama bagi masyarakat dunia terkait adanya harapan pada satu sisi dan kenyataan praktik agama pada sisi yang menunjukkan eksklusifisme serta kekerasan. Para delegasi dalam forum ini berbagi pengalaman kegamaan mereka untuk merumuskan dan menemukan nilai persamaan untuk perdamaian.
Pertemuan para tokoh agama dunia yang diinisiasi Nahdhatul Ulama bekerja sama dengan Liga Muslim Dunia (Muslim World League) membahas tema penting terkait dengan kondisi keagamaan dalam merespons geopolitik dunia dengan membangun titik temu nilai-nilai keadaban beragama.
Upaya ini menguat karena agama di beberapa belahan dunia menampilkan kekerasan dan ekstremisme yang diakibatkan oleh eksklusifisme doktrinal yang dibarengi dengan kepentingan politik. Forum pertemuan internasional para tokoh agama ini berbagi pengetahuan dan pengalaman yang terkait masalah-masalah keberagamaan.
Konfigurasi Sosial Agama
Kehadiran agama diawali sebagai landasan moral dan etik pemeluknya untuk menjadikan manusia dalam keadaban yang dilandasi ketuhanan. Setiap pemeluk meyakininya sebagai kebenaran dari Tuhan yang mengarah pada pembelaan atas nama agama.
Lihat Juga :