Apakah Vaksin Covid-19 Penyebab Gagal Ginjal Anak?
Rabu, 26 Oktober 2022 - 17:12 WIB
Sebelum kasus merebak di Gambia, negara tetangganya, Nigeria juga mengalami epidemi gagal ginjal akut akibat kontaminasi dietilen glikol pada obat sirop asetaminofen pada 2008. Dari 57 anak yang terkena, sebanyak 54 orang meninggal dunia (Centers for Disease Control and Prevention [CDC] . “Fatal Poisoning Among Young Children from Diethylene Glycol – Contaminated Acetaminophen – Nigeria, 2008-2009”. MWWR Morb Mortal Wkly Rep. 2009 Dec 11; 58 (48) : 1345-7).
Dietilen glikol sendiri merupakan suatu substrat yang tidak berwarna, tidak berbau, diabsorpsi, dan didistribusikan tubuh ke dalam ginjal, otak, hati, limpa, serta jaringan lemak. Asam diglikolik (diglycolic acid) sangat beracun bagi ginjal. Dietilen glikol kebanyakan digunakan sebagai pengganti pelarut obat sirop nonglikol karena harganya yang jauh lebih murah. Gejala klinis keracunan dietilen glikol dapat dibagi menjadi tiga fase; pertama, dimulai dengan gangguan pada pencernaan dan berlanjut pada kondisi asidosis metabolik.
Fase kedua asidosis metaboliknya akan memberat dan mulai terlihat gejala gagal ginjal akut. Jika tidak diterapi dengan baik, penderita akan mengalami kematian pada fase ini. Namun, jika penderita stabil, maka akan masuk pada fase ketiga dengan gejala-gejala gangguan syaraf (neuropati) (Schep LJ, Slaughter RJ, Temple WA, dan rekan-rekan. “Diethylene Glycol Poisoning”. Clinical Toxicology, Vol. 47, 2009 – Issue 6).
Pada kasus epidemi gagal ginjal akut yang saat ini sedang merebak di Indonesia, perlu kita cermati, apakah memang terdapat kandungan dietilen glikol pada obat-obatan sirop yang beredar pada saat ini. Karena, sebenarnya penggunaan bahan tersebut telah lama dilarang di beberapa negara, termasuk Indonesia. Meski demikian, kejadian ini cukup berdekatan dengan pemberian vaksin Covid-19 untuk anak-anak yang dimulai pada Februari 2022. Wajar, apabila muncul pertanyaan yang mengaitkan kondisi ini dengan pemberian vaksin tersebut.
Apakah Vaksin Covid-19 menyebabkan gagal ginjal akut pada anak-anak di Indonesia?
Gagal ginjal akut sendiri adalah kondisi di mana terjadi penurunan fungsi ginjal yang tidak berhasil membuang produk limbah dari tubuh, ditandai dengan peningkatan serum kreatinin dalam darah dan menurunnya produksi urine/glomerular filtration rate. Keadaan ini dapat memicu gagal organ multiple hingga kematian.
Gagal ginjal akut yang terjadi pada anak-anak lebih cepat mengalami perburukan dengan angka mortalitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Meskipun hingga saat ini belum diketahui secara pasti hubungan antara mortalitas yang tinggi pada anak-anak dengan fase gagal ginjal akut yang diderita (Selby NM, Lennon R. “Be on Alert for Pediatric AKI”. Kidney International, Vol.92, Issue 2. P286-8. 2017).
Sebagaimana kita diketahui, vaksin yang diberikan untuk pencegahan Covid-19 di Indonesia adalah Sinovac-CoronaVac Vaccine, AstraZeneca Vaccine, Pfizer-BioNTech Vaccine, dan Moderna Covid-19 Vaccine. Dalam kondisi pandemik, ketersediaan vaksin sangat diperlukan dan oleh sebab itu banyak proses-proses yang dipintas demi mencegah korban jiwa akibat Covid-19.
Dietilen glikol sendiri merupakan suatu substrat yang tidak berwarna, tidak berbau, diabsorpsi, dan didistribusikan tubuh ke dalam ginjal, otak, hati, limpa, serta jaringan lemak. Asam diglikolik (diglycolic acid) sangat beracun bagi ginjal. Dietilen glikol kebanyakan digunakan sebagai pengganti pelarut obat sirop nonglikol karena harganya yang jauh lebih murah. Gejala klinis keracunan dietilen glikol dapat dibagi menjadi tiga fase; pertama, dimulai dengan gangguan pada pencernaan dan berlanjut pada kondisi asidosis metabolik.
Fase kedua asidosis metaboliknya akan memberat dan mulai terlihat gejala gagal ginjal akut. Jika tidak diterapi dengan baik, penderita akan mengalami kematian pada fase ini. Namun, jika penderita stabil, maka akan masuk pada fase ketiga dengan gejala-gejala gangguan syaraf (neuropati) (Schep LJ, Slaughter RJ, Temple WA, dan rekan-rekan. “Diethylene Glycol Poisoning”. Clinical Toxicology, Vol. 47, 2009 – Issue 6).
Pada kasus epidemi gagal ginjal akut yang saat ini sedang merebak di Indonesia, perlu kita cermati, apakah memang terdapat kandungan dietilen glikol pada obat-obatan sirop yang beredar pada saat ini. Karena, sebenarnya penggunaan bahan tersebut telah lama dilarang di beberapa negara, termasuk Indonesia. Meski demikian, kejadian ini cukup berdekatan dengan pemberian vaksin Covid-19 untuk anak-anak yang dimulai pada Februari 2022. Wajar, apabila muncul pertanyaan yang mengaitkan kondisi ini dengan pemberian vaksin tersebut.
Apakah Vaksin Covid-19 menyebabkan gagal ginjal akut pada anak-anak di Indonesia?
Gagal ginjal akut sendiri adalah kondisi di mana terjadi penurunan fungsi ginjal yang tidak berhasil membuang produk limbah dari tubuh, ditandai dengan peningkatan serum kreatinin dalam darah dan menurunnya produksi urine/glomerular filtration rate. Keadaan ini dapat memicu gagal organ multiple hingga kematian.
Gagal ginjal akut yang terjadi pada anak-anak lebih cepat mengalami perburukan dengan angka mortalitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Meskipun hingga saat ini belum diketahui secara pasti hubungan antara mortalitas yang tinggi pada anak-anak dengan fase gagal ginjal akut yang diderita (Selby NM, Lennon R. “Be on Alert for Pediatric AKI”. Kidney International, Vol.92, Issue 2. P286-8. 2017).
Sebagaimana kita diketahui, vaksin yang diberikan untuk pencegahan Covid-19 di Indonesia adalah Sinovac-CoronaVac Vaccine, AstraZeneca Vaccine, Pfizer-BioNTech Vaccine, dan Moderna Covid-19 Vaccine. Dalam kondisi pandemik, ketersediaan vaksin sangat diperlukan dan oleh sebab itu banyak proses-proses yang dipintas demi mencegah korban jiwa akibat Covid-19.
Lihat Juga :