New Normal dan Imunitas Spiritual

Jum'at, 03 Juli 2020 - 07:00 WIB
Virus spiritual

Hal yang harus dipahami Bersama adalah, dilihat dari dampak yang ditimbulkan, Covid-19 tak hanya bisa dikategorikan sebagai virus yang menyerang kesehatan. Lebih dari itu Covid-19 dapat disebut sebagai virus spiritual ataupun keimanan. Sebagai virus kesehatan, Covid-19 saat ini sudah menyerang lebih dari 7 juta orang di seluruh dunia, termasuk yang meninggal dunia. Tentu ini adalah musibah yang sangat besar dan tak bisa dianggap ringan. Namun juga jangan diabaikan, sebagai virus spiritual dan keimanan, Covid-19 telah menyerang hampir seluruh penduduk bumi, bahkan nyaris melumpuhkan kehidupan. Mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain pernah nyaris terhenti secara total. Entah sudah berapa pusat perbelanjaan yang pernah tutup karena Covid-19. Begitu juga dengan perhotelan, lembaga pendidikan, dan sektor-sektor kehidupan lainnya.

Penghentian aktivitas seperti di atas dilakukan untuk membatasi persebaran Covid-19. Bahasa lain dari upaya pencegahan ini adalah takut, yakni takut virus ini semakin menyebar, takut virus ini semakin banyak memakan korban hingga akhirnya dari satu ketakutan terus berkembang menjadi ketakutan-ketakutan yang lain, termasuk takut sakit, bahkan juga takut mati.

Imunitas spiritual

Secara spiritual, takut adalah kebalikan dari cinta. Takut bersifat negatif, sakit dan menyakitkan. Sementara cinta bersifat positif, sehat dan menyehatkan. Kehidupan orang yang penuh dengan ketakutan sejatinya berada di ambang batas kematian, bahkan mungkin terasa mati (walaupun secara fisik masih hidup). Sebaliknya kehidupan orang yang disemangati cinta sejatinya berada di pintu keabadian walaupun nanti yang bersangkutan sudah meninggal sekalipun.

Dalam pandemi Covid-19 yang disertai dengan psikologi ketakutan global, hal-hal yang bersifat keagamaan dan spiritual bisa menjadi sumber energi untuk meningkatkan imunitas. Dengan demikian ketakutan-ketakutan yang muncul akibat persebaran Covid-19 bisa diubah menjadi ketenangan yang pada tahap selanjutnya akan meningkatkan imunitas tubuh seseorang. Dalam salah satu Hadis Nabi Muhammad SAW yang sangat kesohor, contohnya, dikatakan bahwa dalam diri manusia terdapat segumpal daging yang sangat menentukan bagi sehat atau tidaknya tubuh manusia. Bila segumpal daging itu sehat, maka akan sehat seluruh tubuh orang tersebut. Pun demikian sebaliknya, apabila segumpal daging itu sakit, maka akan sakit seluruh tubuh orang tersebut. Segumpal daging itu tak lain adalah hati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!