Ruang Tumbuh Pendidikan

Kamis, 25 Agustus 2022 - 17:15 WIB
Persaingan sekolah untuk meningkatkan ketrampilan para siswa semakin tertantang dengan beberapa perusahaan yang mementingkan keterampilan dibanding gelar akademik.

Laporan McKinsey Global Institute (202) bertajuk The Future of Work After Covid-19 menyebutkan Google, Hilton Hotels, Ernst & Young, dan IBM merupakan beberapa perusahaan yang memiliki kebijakan baru terkait tenaga kerja baru tanpa gelar sarjana. Kondisi tersebut, dalam beberapa hal memacu sekolah untuk lebih teguh menginternalisasi keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Hal yang problematis, jika sekolah kemudian dituntut terlalu dominan untuk mengikuti laju dunia kerja. Atau anak-anak dipaksa untuk melakukan berbagai aktivitas yang dalam porsi tertentu membawa tekanan mental bagi mereka. Misal, ruang bermain anak semakin terbatasi. Atau anak-anak lebih seru menghabiskan waktu luang menatap layar. Ruang sosialisasi mengenal teman-teman dan lingkungan semakin terbatas.

Di sisi lain kasus perundungan, pelecehan seksual, kekerasan masih menghantui dunia pendidikan di Indonesia. Belum lagi ada ketimpangan akses, teknologi, tenaga pendidik, dan infrastruktur pendidikan lainnya.

Meski sudah pasti tidak bisa menghindari betapa kompetitifnya dunia kerja hari ini. Situasi semakin rumit karena terbatasnya lapangan kerja. Ditambah, dalam banyak hal apa yang dikerjakan juga tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dimiliki.

Dengan ragam tuntutan keterampilan yang dibutuhkan, menjadi penting untuk menyediakan ruang tumbuh pendidikan yang tidak semata mengakomodasi anak-anak untuk terampil dan berpengetahuan, tetapi menjadi sosok mengenali diri, keinginan, dan orientasi di masa yang akan datang.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com



(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!