Polisi Jangan Basa Basi Berantas Judi
Rabu, 24 Agustus 2022 - 16:37 WIB
Namun usai Sutanto berganti, judi kembali bangkit lagi. Selain pelakunya sama dengan berganti modus operandi, banyak praktik berjudian tumbuh pesat lantaran faktor kemajuan teknologi digital. Lemahnya komitmen kepolisian dalam memberantas perjudian membuat regulasi yang ada seolah hanya pajangan yang ditata sedemikian rapi.
Hadirnya regulasi plus sejumlah peraturan daerah (perda) nyatanya masih sulit membendung praktik perjudian. Bahkan yang kadang membuat kita miris, sebagian perjudian itu justru dibekingi oleh oknum aparat penegak hukum sendiri.
Ini menjadi tantangan besar bagi kepolisian saat ini. Apalagi jika dilihat dari macam perjudian online saat ini, jumlahnya sangat beragam dan terus berkembang. Tanpa komitmen sangat kuat pimpinan kepolisian dan kerja sepenuh hati tim di lapangan, mustahil perjudian makin teratasi. Tugas pemberantasan perjudian adalah panggilan hati untuk membangun negeri ini lebih baik, bukan sekadar basa nasi, apalagi hanya ingin citra diri.
Diakui juga, pemberantasan judi adalah kerja tak ringan. Ini beralasan sebab penyebab maraknya judi sulit diatasi juga begitu kompleks. Dari sisi masyarakat, perjudian menjadi sarana pelarian ketika masyarakat dihadapkan kondisi perekonomian yang sulit. Di tengah impitan kebutuhan dasar yang harus segera terpenuhi, banyak orang akhirnya mencari jalan pintas dengan mencari uang lewat pertaruhan dan peruntungan. Kondisi inilah yang antara lain memperkuat fenomena maraknya judi di masa pandemi Covid-19 saat ini.
Masalah kian pelik karena teknologi ajang perjudian ini juga begitu berkembang pesat. Judi saat ini tak lagi manual semacam sabung ayam, judi bola, kartu domino, judi dadu, togel, mesin ketangkasan, judi biliar, sie jie atau jackpot semata. Praktik saat ini begitu cepat metamorfosisnya dan beragam bentuknya.
Di antaranya situs perjudian yang belum lama ini dibongkar aparat kepolisian antara lain kingkoi88, winlab88, goldmine88, bsbox, senarbet dengan jenis permainan seperti slot, sports (bola), casino, p2p, tembak ikan, dan lotre. Di luar itu, masih banyak situs dan model permainan yang belum terjamah oleh aparat. Sangat mungkin dengan kecanggihan teknologi, mereka mampu mengelabuhi regulasi dan pemantauan aparat.
Hadirnya regulasi plus sejumlah peraturan daerah (perda) nyatanya masih sulit membendung praktik perjudian. Bahkan yang kadang membuat kita miris, sebagian perjudian itu justru dibekingi oleh oknum aparat penegak hukum sendiri.
Ini menjadi tantangan besar bagi kepolisian saat ini. Apalagi jika dilihat dari macam perjudian online saat ini, jumlahnya sangat beragam dan terus berkembang. Tanpa komitmen sangat kuat pimpinan kepolisian dan kerja sepenuh hati tim di lapangan, mustahil perjudian makin teratasi. Tugas pemberantasan perjudian adalah panggilan hati untuk membangun negeri ini lebih baik, bukan sekadar basa nasi, apalagi hanya ingin citra diri.
Diakui juga, pemberantasan judi adalah kerja tak ringan. Ini beralasan sebab penyebab maraknya judi sulit diatasi juga begitu kompleks. Dari sisi masyarakat, perjudian menjadi sarana pelarian ketika masyarakat dihadapkan kondisi perekonomian yang sulit. Di tengah impitan kebutuhan dasar yang harus segera terpenuhi, banyak orang akhirnya mencari jalan pintas dengan mencari uang lewat pertaruhan dan peruntungan. Kondisi inilah yang antara lain memperkuat fenomena maraknya judi di masa pandemi Covid-19 saat ini.
Masalah kian pelik karena teknologi ajang perjudian ini juga begitu berkembang pesat. Judi saat ini tak lagi manual semacam sabung ayam, judi bola, kartu domino, judi dadu, togel, mesin ketangkasan, judi biliar, sie jie atau jackpot semata. Praktik saat ini begitu cepat metamorfosisnya dan beragam bentuknya.
Di antaranya situs perjudian yang belum lama ini dibongkar aparat kepolisian antara lain kingkoi88, winlab88, goldmine88, bsbox, senarbet dengan jenis permainan seperti slot, sports (bola), casino, p2p, tembak ikan, dan lotre. Di luar itu, masih banyak situs dan model permainan yang belum terjamah oleh aparat. Sangat mungkin dengan kecanggihan teknologi, mereka mampu mengelabuhi regulasi dan pemantauan aparat.
Lihat Juga :