Teken Kesepakatan, Organisasi Kemanusiaan Diharapkan Jaga Akuntabilitas dan Amanah

Selasa, 23 Agustus 2022 - 19:54 WIB
Sementara itu, perwakilan dari UNOCHA Indonesia, lembaga PBB Urusan Koordinasi Kemanusiaan, Titi Moektijasih menyatakan, saat ini di seluruh dunia terdapat lebih dari 303 juta jiwa memerlukan bantuan kemanusiaan. "Pekerjaan besar ini memerlukan kolaborasi serta komitmen agar membawa dampak yang efektif," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Tetri Darwis dari Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) mendorong para pegiat, untuk mengedepankan kaidah kemanusiaan dalam melaksanakan tugasnya.

Hal yang sama disampaikan Haris Oematan dari Jaringan Mitra Kemanusiaan (JMK). Menurutnya, pegiat kemanusiaan mengelola sumber daya yang dipercaya oleh umat dermawan, sponsor, dan donor, maka diperlukan komitmen di antara jajaran kemanusiaan untuk bertanggung jawab di semua tataran.

"Ini termasuk penguatan kapasitas lokal yang berada di garda terdepan dalam menjaga martabat, membantu, dan menguatkan komunitas sebagaimana semangat pada peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia tahun ini," katanya.

Wakil dari Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) Hami Abidin menegaskan, organisasi kemanusiaan harus secara serius memegang komitmen untuk senantiasa akuntabel dan amanah. "Ini penting karena menyangkut upaya-upaya yang berkualitas membantu yang rentan, menguatkan yang berisiko dan memulihkan yang terdampak," katanya.

Perwakilan dari POROZ Abdul Rouf menambahkan, pelaksanaan komitmen secara seksama dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan hasil bantuan kemanusiaaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!