Dulu dan Dilema
Senin, 25 Juli 2022 - 09:16 WIB
Buku memuat klise pejabat departemen penerangan: “Kita semua menyadari betapa pentingnya peranan dan partisipasi pers Indonesia dalam pembangunan dewasa ini. Peranan itu di waktu-waktu mendatang akan makin meningkat.” Pendapat salah arah dan tak mewujud. Kini, kita sudah bercerai dengan departemen atau kementerian penerangan. Masalah peranan dan partisipasi justru dilema pers berlatar abad XXI.
Ghalim berkomentar tentang media dan revolusi mental bertokoh utama Joko Widodo: “Selain di televisi, anggaran publikasi juga dimaksimalkan dalam sosialisasi gerakan revolusi mental di media online, cetak, dan blog. Pesan yang disampaikan melalui media itu dikemas dalam bentuk iklan maupun berita promosi terselenggaranya kegiatan. Juga, berita yang memuat komentar atau pendapat pemerintah nasional dan daerah tentang pentingnya gerakan revolusi mental.” Kita diingatkan lagi masalah peranan dan partisipasi pers tapi kaidah (mungkin) berubah dibandingkan dengan lakon pada masa Orde Baru. Begitu.
Judul : Jurnalisme Yang Tergadai
Penulis : Ghalim Umabaihi
Cetak : 2022
Penerbit : Diomedia dan Independensia
Tebal : 148 halaman
ISBN : 978 623 5518 480
Ghalim berkomentar tentang media dan revolusi mental bertokoh utama Joko Widodo: “Selain di televisi, anggaran publikasi juga dimaksimalkan dalam sosialisasi gerakan revolusi mental di media online, cetak, dan blog. Pesan yang disampaikan melalui media itu dikemas dalam bentuk iklan maupun berita promosi terselenggaranya kegiatan. Juga, berita yang memuat komentar atau pendapat pemerintah nasional dan daerah tentang pentingnya gerakan revolusi mental.” Kita diingatkan lagi masalah peranan dan partisipasi pers tapi kaidah (mungkin) berubah dibandingkan dengan lakon pada masa Orde Baru. Begitu.
Judul : Jurnalisme Yang Tergadai
Penulis : Ghalim Umabaihi
Cetak : 2022
Penerbit : Diomedia dan Independensia
Tebal : 148 halaman
ISBN : 978 623 5518 480
(hdr)
Lihat Juga :