Rencana Demo Buruh 10 Agustus Dinilai Tidak Tepat
Kamis, 14 Juli 2022 - 17:54 WIB
Wakil Ketua Umum KSPSI Arnod Sihite menilai tidak tepat rencana demonstrasi buruh menuntut pencabutan total Undang-Undang Cipta Kerja. FOTO/IST
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Arnod Sihite menilai tidak tepat rencana demonstrasi buruh menuntut pencabutan total Undang-Undang Cipta Kerja. Sebab, saat ini pemerintah sedang melakukan upaya pemulihan ekonomi yang salah satunya ditopang UU Omnibus Law tersebut.
"Ajakan mengerahkan massa dalam jumlah banyak apalagi mengatasnamakan buruh dalam situasi saat ini tentu sangat tidak tepat," kata Arnod dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/7/2022).
Menurut Arnod, saat ini pemerintah sedang memiliki agenda besar pemulihan ekonomi nasional, dan masyarakat pun tengah berkonsentrasi bangkit kembali setelah lama terpukul karena pandemi. Kondisi yang dibutuhkan adalah stabilitas politik dalam negeri untuk memperkuat ekonomi, sehingga bisa berdampak pada kesejahteraan buruh.
Baca juga: UMP DKI Jakarta 2022 Batal Naik, Buruh Minta Anies Ajukan Banding
"Ajakan mengerahkan massa dalam jumlah banyak apalagi mengatasnamakan buruh dalam situasi saat ini tentu sangat tidak tepat," kata Arnod dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/7/2022).
Menurut Arnod, saat ini pemerintah sedang memiliki agenda besar pemulihan ekonomi nasional, dan masyarakat pun tengah berkonsentrasi bangkit kembali setelah lama terpukul karena pandemi. Kondisi yang dibutuhkan adalah stabilitas politik dalam negeri untuk memperkuat ekonomi, sehingga bisa berdampak pada kesejahteraan buruh.
Baca juga: UMP DKI Jakarta 2022 Batal Naik, Buruh Minta Anies Ajukan Banding
Lihat Juga :