Soal Protokol Kesehatan di Kawasan Wisata, Ini Penjelasan Dokter Reisa

Selasa, 23 Juni 2020 - 16:59 WIB
Reisa mengingatkan untuk pengelola pariwisata wajib yang pertama membatasi jumlah pengunjung yang masuk. “Disarankan menggunakan sistem online atau pengunjung mendaftar dulu sebelum datang untuk menghindari pengunjung yang berkerumun di pintu masuk.”

Kedua, pengaturan jam operasional. Ketiga, lakukan pengawasan di titik-titik favorit pengunjung dan lokasi foto. Keempat, fasilitas yang membuat pengunjung berdesakan seperti naik kendaraan wisata harus dibatasi dan sesuai protokol kesehatan.

Kelima, mengatur jarak saat antrian dengan memberi penanda di lantai minimal 1 meter. Keenam, mengoptimalkan ruang terbuka untuk tempat penjualan transaksi agar mencegah terjadinya kerumunan.

“Dan ketujuh, menggunakan pembatas atau partisi di meja atau counter sebagai perlindungan tambahan untuk bekerja atau SDM pariwisata yang bertugas di loket pembelian tiket atau customer service,” jelas Reisa.

Sementara itu bagi pengunjung, Reisa meminta untuk memastikan diri dalam kondisi yang sehat sebelum melakukan kunjungan ke lokasi daya tarik wisata. Apabila sakit di rumah saja, istirahat yang cukup dan pastikan imunitas kembali dan tubuh fit sebelum memutuskan keluar rumah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!