Pancasila: Fakta Versus Mitos

Selasa, 23 Juni 2020 - 07:05 WIB
Para penatar Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila di era Pemerintahan Orde Baru mengatakan, Soekarno bukanlah satu-satunya pencipta Pancasila. Mereka mengklaim Muhammad Yamin adalah (juga) pencipta Pancasila. Dari sinilah muncul kontroversi tentang pencipta Pancasila itu. Kontroversi ini terjadi sejak munculnya buku Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar (NPUUD) 1945. Buku ini berisi teks pidato tiga pembicara (Soekarno, Soepomo, dan Yamin) di sidang BPUPKI. Dalam buku ini Yamin menyebut dirinya mengusulkan "Pancasila" sebagai dasar negara: Perikebangsaan, Perikemanusiaan, Periketuhanan, Perikerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.

Menanggapi kontroversi ini, Mohamad Hatta (mantan wakil presiden pertama RI) pada 1980 mengirim surat wasiat kepada Guntur Soekarno Putra yang berisi kesaksian dan klarifikasi tentang pencipta Pancasila. Hatta memberikan kesaksian: "Pada akhir Mei 1945, Radjiman Wediodiningrat, ketua BPUPKI, mengajukan pertanyaan kepada peserta sidang: Apakah dasar negara yang akan kita gunakan untuk Negara Indonesia Merdeka nanti? Kebanyakan anggota BPUPKI tidak menanggapi persoalan ini karena takut memunculkan masalah filosofis yang ruwet. Mereka langsung membahas konstitusi. Salah seorang anggota BPUPKI yang menanggapi pertanyaan Radjiman adalah Bung Karno, yang menyampaikan pidatonya dengan judul Pancasila, lima prinsip, pada tanggal 1 Juni 1945."

Kesaksian Hatta

Mohamad Hatta bersaksi, dia tidak pernah mendengar Yamin mengusulkan Pancasila dalam pidatonya di sidang BPUPKI pada 29 Mei 1945. Hatta yakin, Yamin telah "memfabrikasi" Pancasilanya keĀ­tika Tim Kecil menugasi Yamin menyusun draf Pembukaan UUD 1945. Yamin membuat catatan berdasarkan wacana yang berkembang di sidang BPUPKI dan memasukkan catatan yang berisi fabrikasi Pancasilanya ke dalam buku NPUUD 1945 sebagai lampiran pidatonya di sidang BPUPK tanggal 29 Mei 1945. Tim Kecil tidak menerima rancangan Pembukaan UUD 1945 versi Yamin karena terlalu panjang. Hatta mengatakan, Yamin tidak fair dan mendistorsi fakta sejarah. Memperkuat kesaksian Hatta, Pringgodigdo mengatakan Yamin "pinter nyulap" (mendistorsi) fakta sejarah. Jadi, pencipta Pancasila adalah Soekarno. Pendapat yang mengatakan Yamin sebagai pencipta Pancasila adalah mitos, bukan fakta sejarah.

Mitos dan Mistifikasi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!