Buya Syafii Maarif: Bintang Cemerlang dan Pohon Rindang

Sabtu, 28 Mei 2022 - 08:45 WIB
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Ahmad Syafii Maarif meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gamping, pukul 10.15 WIB, Jumat (27/5/2022). Foto/ANTARA
JAKARTA - Al Makin

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



SIAPA yang tidak merasa dekat, merasa mengenal, dan terinspirasi oleh almarhum Buya Syafii Maarif? Kita merasa bahwa Buya mengenal kita satu per-satu, bahkan kesan pribadi antara masing-masing kita dengan beliau adalah kesan hubungan khusus. Akademisi, aktivis, tokoh agama, politisi, penggerak ekonomi, semua merasa dibimbing, diayomi, dan teduh dibawah pohon rindang Buya Syafii Maarif. Yang bernaung dibawahnya merasa sejuk, damai, dan aman.

Kehidupan manusia ibarat pohon, dan juga bintang-bintang, kata orang-orang waskita. Semua kehidupan itu ada awal dan akhirnya. Pohon itu tumbuh dari biji menjadi tanaman rindang dan menua. Bintang-bintang lahir dari pergumulan awan materi, energi, cahaya, dan tekanan grafitasi. Bintang-bintang lahir dari ledakan, kemudian ia menjadi pusat formasi planet-planet yang mengitarinya. Pada saatnya bintang juga menua kehabisan bahan; bisa jadi ia meledak atau meredup untuk berubah menjadi bentuk lain.

Buya Syafii Maarif juga demikian. Namun, Buya tidak meninggalkan kita, beliau hidup dalam otak, imajinasi, bayangan, mimpi-mimpi dan cita-cita kita. Kematian menghilangkan jasad yang akan diurai makhluk lain di bumi, tetapi ruh, spirit, dan semua kumpulan non-materi hidup terus. Sosok Buya akan tetap hidup dalam diri kita semua. Semua mempunyai versi tersendiri bagaimana menggambarkan panutan dan teladan Buya. Buya adalah bintang cemerlang bersinar, kita semua adalah planet, bulan, asteroid, komet, atau benda-benda lain yang terus mengitari bintang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!