Peta dan Mudik Lebaran
Rabu, 11 Mei 2022 - 21:47 WIB
Memilih berkendara di waktu yang tepat, merupakan tindakan cerdas. Kesiapan melakukan perjalanan, tak hanya berupa ketahanan fisik maupun kendaraan yang sehat. Kesiapan juga berupa brainware yang andal. Melek terhadap informasi terbaru maupun pengetahuan terhadap rute lokal, jadi modal penting. Pemerintah, media massa, dan berbagai perangkat komunikasi, intensif memberikan informasi yang relevan. Ini jadi pertimbangan pelaku perjalanan, menentukan berbagai keputusannya.
Modal penting lain yang diperlukan saat melakukan perjalanan, adalah peta. Peta atau informasi geospasial, dapat terintegrasi di setiap gawai, maupun layar dasbor di mobil tertentu. Peta dalam perjalanan mudik dan balik, sangat bermanfaat. Bentuk peta yang beredar saat ini, tak lagi berupa cetakan kertas yang dilipat-lipat. Itu format 5-7 tahun lalu. Lewat teknologi informasi, peta tersaji dalam format digital, bahkan berupa aplikasi sistem informasi. Contohnya, “Peta Kuliner Jalur Lebaran Pulau Jawa”. Peta ini dibuat oleh Kementerian Perhubungan, bersama dengan Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, dan Polri. Formatnya pdf. Keberadaan peta ini, memudahkan pengguna saat memerlukan referensi kuliner, di lokasi tertentu.
Baca juga: Mengurus Mudik Lebaran
Aplikasi digital lain, yang memandu perjalanan, tersedia banyak. Google Maps misalnya, jadi aplikasi petunjuk lokasi yang paling diandalkan saat ini. Aplikasi lainnya adalah Waze yang punya informasi aktual dan fitur menarik. Aplikasi lainnya, sebut saja : Avenza Maps, Sygic, dan masih banyak.
Hanya sayangnya, semua aplikasi itu bukan produk lokal. BIG ( Badan Informasi Geospasial ) telah menerbitkan aplikasi “PetaKita”, namun belum ada fitur untuk perjalanan. Sedangkan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, punya aplikasi “BPJT Info” dan “JTI”. “BPJT Info” berisi tentang tarif tol, peta jalan tol, rest area, lokasi cctv, prakiraan cuaca, dan informasi lain, terkait jalan tol. Namun ketika aplikasi digunakan, peta dasar yang digunakan, berupa Google Maps dan produk ESRI. ESRI adalah perusahaan internasional aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Serupa dengan “BPJT Info”, aplikasi “JTI” pun memberikan informasi berupa ruas tol, pengelola tiap ruas tol (BUJT), tarif tol, GIS, dan lainnya. Namun jika menu GIS dibuka, maka yang tersaji berupa peta, yang peta dasarnya bersumber dari OpenStreetMap.
Kedua aplikasi itu bermanfaat bagi para pengguna jalan tol, khususnya untuk melihat lalu lintas sesuai dengan CCTV, pengumuman atau imbauan dari pengelola tol, namun tak dapat digunakan untuk memandu perjalanan sebagaimana Google Maps atau Waze atau Sygic. Pada aplikasi “BPJT Info” terdapat tautan yang menghubungkan ke apalikasi pengelola jalan tol lain, yaitu “HK Toll” yang dikelola oleh PT. Hutama Karya, “HK Care” oleh PT. Hutama Karya, “JMCare” dan Travoy yang dikeluarkan oleh PT Jasa Marga , dan “WTR Go” yang diterbitkan oleh PT. Waskita Toll Road. Semua aplikasi itu memberi informasi yang serupa, berupa tarif tol, rest area, CCTV, SPBU, fasilitas top up, dan lainnya.
Informasi Aktual Lalu Lintas
Modal penting lain yang diperlukan saat melakukan perjalanan, adalah peta. Peta atau informasi geospasial, dapat terintegrasi di setiap gawai, maupun layar dasbor di mobil tertentu. Peta dalam perjalanan mudik dan balik, sangat bermanfaat. Bentuk peta yang beredar saat ini, tak lagi berupa cetakan kertas yang dilipat-lipat. Itu format 5-7 tahun lalu. Lewat teknologi informasi, peta tersaji dalam format digital, bahkan berupa aplikasi sistem informasi. Contohnya, “Peta Kuliner Jalur Lebaran Pulau Jawa”. Peta ini dibuat oleh Kementerian Perhubungan, bersama dengan Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, dan Polri. Formatnya pdf. Keberadaan peta ini, memudahkan pengguna saat memerlukan referensi kuliner, di lokasi tertentu.
Baca juga: Mengurus Mudik Lebaran
Aplikasi digital lain, yang memandu perjalanan, tersedia banyak. Google Maps misalnya, jadi aplikasi petunjuk lokasi yang paling diandalkan saat ini. Aplikasi lainnya adalah Waze yang punya informasi aktual dan fitur menarik. Aplikasi lainnya, sebut saja : Avenza Maps, Sygic, dan masih banyak.
Hanya sayangnya, semua aplikasi itu bukan produk lokal. BIG ( Badan Informasi Geospasial ) telah menerbitkan aplikasi “PetaKita”, namun belum ada fitur untuk perjalanan. Sedangkan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, punya aplikasi “BPJT Info” dan “JTI”. “BPJT Info” berisi tentang tarif tol, peta jalan tol, rest area, lokasi cctv, prakiraan cuaca, dan informasi lain, terkait jalan tol. Namun ketika aplikasi digunakan, peta dasar yang digunakan, berupa Google Maps dan produk ESRI. ESRI adalah perusahaan internasional aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG). Serupa dengan “BPJT Info”, aplikasi “JTI” pun memberikan informasi berupa ruas tol, pengelola tiap ruas tol (BUJT), tarif tol, GIS, dan lainnya. Namun jika menu GIS dibuka, maka yang tersaji berupa peta, yang peta dasarnya bersumber dari OpenStreetMap.
Kedua aplikasi itu bermanfaat bagi para pengguna jalan tol, khususnya untuk melihat lalu lintas sesuai dengan CCTV, pengumuman atau imbauan dari pengelola tol, namun tak dapat digunakan untuk memandu perjalanan sebagaimana Google Maps atau Waze atau Sygic. Pada aplikasi “BPJT Info” terdapat tautan yang menghubungkan ke apalikasi pengelola jalan tol lain, yaitu “HK Toll” yang dikelola oleh PT. Hutama Karya, “HK Care” oleh PT. Hutama Karya, “JMCare” dan Travoy yang dikeluarkan oleh PT Jasa Marga , dan “WTR Go” yang diterbitkan oleh PT. Waskita Toll Road. Semua aplikasi itu memberi informasi yang serupa, berupa tarif tol, rest area, CCTV, SPBU, fasilitas top up, dan lainnya.
Informasi Aktual Lalu Lintas
Lihat Juga :