G-20 dan Diplomasi Cerdas
Rabu, 11 Mei 2022 - 09:37 WIB
Ini adalah diplomasi cerdas. Sebuah pesan dan modal penting ketika Jokowi akan bertemu Presiden Amerika Serikat beberapa waktu ke depan. Mendahului kunjungannya, beberapa delegasi pemerintah bersama komunitas bisnis telah bertemu dengan tokoh tokoh bisnis utama di berbagai bidang. Salah satu yang patut dicatat adalah pertemuan rombongan pemerintah yang dipimpin Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dengan Elon Musk, tokoh terkaya di jagat raya saat ini. Elon Musk telah berjanji untuk bersama timnya hadir di G-20 Bali. Hadirnya Elon Musk merupakan gaung penanda akan penting dan strategisnya G-20 itu.
Presiden Jokowi tentu lebih dari paham peta perilaku percaturan ekonomi dan geopolitik. Beliau juga tahu bahwa di zaman modern ini, sikap politik suatu negara tidak hanya tergantung kepada aras politik pemimpin formal. Perusahaan Trans Nasional, tokoh-tokoh publik, LSM, organisasi internasional, maupun investor-investor besar merupakan aktor-aktor yang dapat menjadi game changer memengaruhi opini global, yang pada gilirannya perlu diperhatikan dan didengar para pemimpin negara.
Sebagai bagian dari smart diplomacy, agar lebih efektif alangkah eloknya kalau perhelatan G-20 yang akan datang berhasil dibumikan menjadi diskursus publik di Indonesia. Melalui G20 Indonesia dapat mempertunjukkan capaian-capaiannya, meyakinkan pelaku ekonomi dunia untuk berkolaborasi serta masyarakat dunia untuk wisata berkualitas. Sayangnya saat ini kampanye G-20 domestik masih lebih didominasi oleh pemerintah. Belum menjadi wacana publik di media sosial dan lain-lain.
Tokoh-tokoh nonpemerintahan yang merupakan media darling, yang ucapan dan pendapatnya sering menjadi trending topics serta memiliki followers yang banyak di media sosial sudah saatnya juga mengambil bagian dalam kampanye smart diplomacy ini untuk menyuarakan betapa pentingnya G-20 ini disukseskan.
Untuk Indonesia dan dunia yang lebih baik. Setidaknya lebih hebring dan asyik.
Baca selengkapnya di e-paper koran-sindo.com
Presiden Jokowi tentu lebih dari paham peta perilaku percaturan ekonomi dan geopolitik. Beliau juga tahu bahwa di zaman modern ini, sikap politik suatu negara tidak hanya tergantung kepada aras politik pemimpin formal. Perusahaan Trans Nasional, tokoh-tokoh publik, LSM, organisasi internasional, maupun investor-investor besar merupakan aktor-aktor yang dapat menjadi game changer memengaruhi opini global, yang pada gilirannya perlu diperhatikan dan didengar para pemimpin negara.
Sebagai bagian dari smart diplomacy, agar lebih efektif alangkah eloknya kalau perhelatan G-20 yang akan datang berhasil dibumikan menjadi diskursus publik di Indonesia. Melalui G20 Indonesia dapat mempertunjukkan capaian-capaiannya, meyakinkan pelaku ekonomi dunia untuk berkolaborasi serta masyarakat dunia untuk wisata berkualitas. Sayangnya saat ini kampanye G-20 domestik masih lebih didominasi oleh pemerintah. Belum menjadi wacana publik di media sosial dan lain-lain.
Tokoh-tokoh nonpemerintahan yang merupakan media darling, yang ucapan dan pendapatnya sering menjadi trending topics serta memiliki followers yang banyak di media sosial sudah saatnya juga mengambil bagian dalam kampanye smart diplomacy ini untuk menyuarakan betapa pentingnya G-20 ini disukseskan.
Untuk Indonesia dan dunia yang lebih baik. Setidaknya lebih hebring dan asyik.
Baca selengkapnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Lihat Juga :