Dokter Reisa: Rapid Test untuk Menemukan OTG Covid-19

Sabtu, 20 Juni 2020 - 18:31 WIB
OTG, menurut perempuan kelahiran 1985 itu, kalau tidak ditemukan dan ditangani akan menulari orang lain. Yang seperti ini sebenarnya bisa disembuhkan dengan melakukan isolasi mandiri di rumah dan fasilitas lain. Tentunya dengan pengawasan tenaga medis. (Baca juga: Gugus Tugas Imbau Warga Jangan Takut Lakukan Rapid Test)

Dia mengungkapkan alasan pemerintah mengedepankan rapid test untuk pelacakan. Pertama, meskipun sudah banyak mesin PCR, tidak mungkin seluruh penduduk Indonesia diperiksa dengan mesin PCR. Kedua, untuk mengetahui prevalensi atau basis epidemiologi seberapa banyak orang Indonesia yang sedang dan telah terkena Covid-19. Ketiga, menekan biaya sistem kesehatan.

Biaya rapid test memang lebih murah dibandingkan PCR. Sebagai informasi, saat ini telah ada lebih dari 200 laboratorium yang bisa melakukan pemeriksaan PCR. Kapasitas pemeriksaan spesimen pun meningkat berkisar 19.000-20.000 per hari. “Bagi yang rapid test nya positif akan dilanjutkan untuk tes PCR sebagai konfirmasi. Ingat populasi Indonesia sekitar 270 juta orang dan tersebar di belasan ribu pulau. Indonesia besar dan luas, jadi kami harus cermat menggunakannya,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!