Mudik dan Ancaman Lonjakan Covid-19
Jum'at, 08 April 2022 - 14:16 WIB
Antusiasme masyarakat untuk mudik ini memang cukup dilematis. Di satu sisi, hal ini kabar gembira bagi kebangkitan ekonomi di daerah. Tentu, bicara daerah arahnya pasti UMKM. Pemudik dipastikan bisa menggerakkan ekonomi daerah. Bayangkan saja, bila 79,4 juta pemudik tersebut mengeluarkan uang, misalnya setiap orang Rp100.000, sudah berapa triliun uang yang tersebar ke daerah-daerah. Tentu, hal ini sangat positif untuk mendorong kenaikan ekonomi daerah. Karena itu, fenomena mudik harus disambut secara positif bagi kemaslahatan bangsa ini.
Di samping potensi ekonomi yang besar tersebut, ada kekhawatiran lain yang cukup mengganggu, yaitu potensi kenaikan angka Covid-19. Tidak bisa dinafikan bahwa kemungkinan merebaknya Covid-19 dari mudik sangat besar. Karena mudik berarti terjadi banyak sekali interaksi antarmanusia yang hal ini sangat berpotensi pada penularan Covid-19. Keharusan booster yang dicanangkan pemerintah bagi setiap pemudik harus diapresiasi. Kita wajib bersama-sama untuk ikut mendukung kebijakan pemerintah. Kesadaran dan disiplin masyarakat sangat diperlukan agar semua baik-baik saja.
Bagaimanapun, saat ini angka Covid-19 yang terus menurun wajib kita jaga bersama. Jangan sampai tragedi Covid-19 yang banyak merenggut jiwa seperti pada pertengahan tahun lalu terulang kembali. Pandemi juga telah membuat kegiatan ekonomi menjadi terhambat. Banyak bisnis gulung tikar. Banyak PHK. Sangat memprihatinkan.
Kini, seiring dengan menurunnya angka Covid-19, geliat ekonomi sudah mulai terlihat. Bisnis sudah mulai kembali bermunculan. Karena itu, semua pihak wajib menjaga semuanya tetap kondusif. Mudik bukan berarti boleh melakukan semaunya. Ingat, ancaman Covid-19 masih ada. Kalau kita lengah, bukan tidak mungkin virus korona kembali menyerang. Kuncinya hanya satu, kesadaran bersama untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada. Semoga mudik Lebaran tahun ini membawa keberkahan.
Di samping potensi ekonomi yang besar tersebut, ada kekhawatiran lain yang cukup mengganggu, yaitu potensi kenaikan angka Covid-19. Tidak bisa dinafikan bahwa kemungkinan merebaknya Covid-19 dari mudik sangat besar. Karena mudik berarti terjadi banyak sekali interaksi antarmanusia yang hal ini sangat berpotensi pada penularan Covid-19. Keharusan booster yang dicanangkan pemerintah bagi setiap pemudik harus diapresiasi. Kita wajib bersama-sama untuk ikut mendukung kebijakan pemerintah. Kesadaran dan disiplin masyarakat sangat diperlukan agar semua baik-baik saja.
Bagaimanapun, saat ini angka Covid-19 yang terus menurun wajib kita jaga bersama. Jangan sampai tragedi Covid-19 yang banyak merenggut jiwa seperti pada pertengahan tahun lalu terulang kembali. Pandemi juga telah membuat kegiatan ekonomi menjadi terhambat. Banyak bisnis gulung tikar. Banyak PHK. Sangat memprihatinkan.
Kini, seiring dengan menurunnya angka Covid-19, geliat ekonomi sudah mulai terlihat. Bisnis sudah mulai kembali bermunculan. Karena itu, semua pihak wajib menjaga semuanya tetap kondusif. Mudik bukan berarti boleh melakukan semaunya. Ingat, ancaman Covid-19 masih ada. Kalau kita lengah, bukan tidak mungkin virus korona kembali menyerang. Kuncinya hanya satu, kesadaran bersama untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di mana pun berada. Semoga mudik Lebaran tahun ini membawa keberkahan.
(bmm)
Lihat Juga :