Internasionalisasi Perguruan Tinggi dan Local Wisdom
Rabu, 30 Maret 2022 - 00:18 WIB
Kualitas SDM sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan informal dan formal (yang berhubungan dengan keterampilan/keahlian kerja). Oleh sebab itu, terdapat beberapa hal yang harus menjadi prioritasutama dalam pembangunan kualitas SDM antara lain, pertama adalah sistem pendidikan yang baik dan bermutu.
Guna mencapai hal tersebut, maka diperlukan penataan terhadap sistem pendidikan secara menyeluruh, terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan, serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Pemerintah dalam hal ini memiliki peran penting dalam penyelenggaran sistem pendidikan yang efektif dan efisien, berorientasikan pada penguasaan iptek, serta pemerataan di seluruh pelosok tanah air.
Urgensi Perguruan Tinggi dalam Mencetak SDM
Perguruan tinggi (PT) telah menjadi salah satu tumpuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dalam menyongsong Indonesia Emas pada 2045. Hal itu karena perguruan tinggi mempunyai peranan penting dalam meningkatkan pendidikan untuk dapat melahirkan generasi muda dengan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.
Perguruan tinggi juga mengemban fungsi dalam membina dan mendidik mahasiswa agar menjadi sumber daya manusia yang terus mau belajar sehingga dapat berperan dan berkontribusi terhadap pembangunan sesuai posisi dan kemampuannya masing-masing.
Saat ini, persoalan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan tinggi bukan sekadar menitikberatkan pada persoalan mutu saja, tetapi juga masalah relevansi antaracontentyang diberikan kepada peserta didik dengan kebutuhan dunia kerja agar lulusannya siap memasuki dunia kerja.
Perguruan tinggi berpacu dengan dinamika industri yang pesat. Perkembangan teknologi yang terus melaju kencang kian mengancam lapangan pekerjaan yang tersedia. Penelitian menunjukkan, pekerjaan yang bersifat pengulangan dan menghafal telah mulai tergerus oleh perkembangan teknologi otomatisasi, robot, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Akan tetapi, masih terdapat beberapa keterampilan manusia yang tidak mudah digantikan mesin di antaranya adalah empati, kreativitas, dan keahlian analitis atas masalah yang bersifat kompleks. Sehingga, agar menjadi sumber daya manusia unggul di era teknologi, individu perlu mengasah kemampuan tersebut dengan terus memanfaatkan perkembangan teknologi. Pada titik ini, perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan perlu mempersiapkan SDM yang bukan hanya memiliki keunggulan bidang keilmuan semata namun juga keahlian dalam tata nilai atau norma.
Guna mencapai hal tersebut, maka diperlukan penataan terhadap sistem pendidikan secara menyeluruh, terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan, serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Pemerintah dalam hal ini memiliki peran penting dalam penyelenggaran sistem pendidikan yang efektif dan efisien, berorientasikan pada penguasaan iptek, serta pemerataan di seluruh pelosok tanah air.
Urgensi Perguruan Tinggi dalam Mencetak SDM
Perguruan tinggi (PT) telah menjadi salah satu tumpuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dalam menyongsong Indonesia Emas pada 2045. Hal itu karena perguruan tinggi mempunyai peranan penting dalam meningkatkan pendidikan untuk dapat melahirkan generasi muda dengan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.
Perguruan tinggi juga mengemban fungsi dalam membina dan mendidik mahasiswa agar menjadi sumber daya manusia yang terus mau belajar sehingga dapat berperan dan berkontribusi terhadap pembangunan sesuai posisi dan kemampuannya masing-masing.
Saat ini, persoalan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan tinggi bukan sekadar menitikberatkan pada persoalan mutu saja, tetapi juga masalah relevansi antaracontentyang diberikan kepada peserta didik dengan kebutuhan dunia kerja agar lulusannya siap memasuki dunia kerja.
Perguruan tinggi berpacu dengan dinamika industri yang pesat. Perkembangan teknologi yang terus melaju kencang kian mengancam lapangan pekerjaan yang tersedia. Penelitian menunjukkan, pekerjaan yang bersifat pengulangan dan menghafal telah mulai tergerus oleh perkembangan teknologi otomatisasi, robot, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Akan tetapi, masih terdapat beberapa keterampilan manusia yang tidak mudah digantikan mesin di antaranya adalah empati, kreativitas, dan keahlian analitis atas masalah yang bersifat kompleks. Sehingga, agar menjadi sumber daya manusia unggul di era teknologi, individu perlu mengasah kemampuan tersebut dengan terus memanfaatkan perkembangan teknologi. Pada titik ini, perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan perlu mempersiapkan SDM yang bukan hanya memiliki keunggulan bidang keilmuan semata namun juga keahlian dalam tata nilai atau norma.
Lihat Juga :