Plus Minus Duet Anies Baswedan - Andika Perkasa
Selasa, 08 Februari 2022 - 13:40 WIB
Baca : Plus Minus Duet Anies - AHY, Berharap Efek Ekor Jas
Dia menambahkan, kelebihan lainnya duet Anies - Andika ini merupakan pasangan yang bisa saling melengkapi. Sebab, menurut dia, sebagian masyarakat masih ada yang tetap merindukan kepemimpinan militer setelah 10 tahun dipimpin presiden berlatar belakang sipil.
“Andika-Anies juga sangat menjual dan prospek ke depannya, tentu indikatornya dari tren pertumbuhan elektoral,” ucapnya.
Sedangkan kelemahannya, menurut dia, Andika masih menyimpan masalah dalam hal elektabilitas. Masalah elektabilitas itu, sambung dia, yang perlu diatasi. “Modal elektabilitas belum cukup, Anies lumayan bagus bisa masuk papan atas 3 besar elektabilitas capres 2024,” ungkapnya.
Baca: 3 Momen Kemesraan Anies Baswedan dengan Pengurus PPP
Selain itu, kata dia, Andika merupakan nama baru yang bila menemukan momentumnya, bisa melejit elektoralnya. “Namun yang relatif baru menjadi perbincangan publik, belum terlalu menjadi pergunjingan yang bising dibicarakan rakyat,” tuturnya.
Selanjutnya, dia menilai elektabilitas Anies Baswedan bisa stagnan bahkan tergerus karena variabel downgrade lawan politik. “Dan variabel tidak punya panggung politik lagi di tahun 2023, apakah namanya tetap santer menjadi perbincangan lalu lintas pembicaraan publik,” pungkasnya.
Sementara itu, Pengamat Politik Tony Rosyid menilai duet Anies - Andika tetap berpeluang. “Kuncinya pertama, ada di elektabilitas Andika. Jika elektabilitas Andika cukup bagus, dan dipasangkan dengan Anies juga bagus, maka ini akan menjadi pertimbangan partai,” ujar Tony Rosyid kepada SINDOnews secara terpisah.
Dia menambahkan, kelebihan lainnya duet Anies - Andika ini merupakan pasangan yang bisa saling melengkapi. Sebab, menurut dia, sebagian masyarakat masih ada yang tetap merindukan kepemimpinan militer setelah 10 tahun dipimpin presiden berlatar belakang sipil.
“Andika-Anies juga sangat menjual dan prospek ke depannya, tentu indikatornya dari tren pertumbuhan elektoral,” ucapnya.
Sedangkan kelemahannya, menurut dia, Andika masih menyimpan masalah dalam hal elektabilitas. Masalah elektabilitas itu, sambung dia, yang perlu diatasi. “Modal elektabilitas belum cukup, Anies lumayan bagus bisa masuk papan atas 3 besar elektabilitas capres 2024,” ungkapnya.
Baca: 3 Momen Kemesraan Anies Baswedan dengan Pengurus PPP
Selain itu, kata dia, Andika merupakan nama baru yang bila menemukan momentumnya, bisa melejit elektoralnya. “Namun yang relatif baru menjadi perbincangan publik, belum terlalu menjadi pergunjingan yang bising dibicarakan rakyat,” tuturnya.
Selanjutnya, dia menilai elektabilitas Anies Baswedan bisa stagnan bahkan tergerus karena variabel downgrade lawan politik. “Dan variabel tidak punya panggung politik lagi di tahun 2023, apakah namanya tetap santer menjadi perbincangan lalu lintas pembicaraan publik,” pungkasnya.
Sementara itu, Pengamat Politik Tony Rosyid menilai duet Anies - Andika tetap berpeluang. “Kuncinya pertama, ada di elektabilitas Andika. Jika elektabilitas Andika cukup bagus, dan dipasangkan dengan Anies juga bagus, maka ini akan menjadi pertimbangan partai,” ujar Tony Rosyid kepada SINDOnews secara terpisah.
Lihat Juga :