Meneroka Batjaan Liar

Sabtu, 05 Februari 2022 - 08:11 WIB
Jejak tulisan membuktikan Razif tekun bertungkus-lumus dan intens meriset bacaan liar. Ia berupaya menulis tokoh pergerakan yang dilupakan, dan kerapkali terlupakan, pada konteks zamannya. Konteks di sini artinya adalah menggali gagasan pemikirannya dengan mengaitkan hubungan-hubungan sosial-masyarakatnya. Razif menggambarkan, “Marco sebagai pemimpin pergerakan tidak bersenjatakan pedang dan tombak, juga tidak dengan patriotisme, juga tidak dengan agama, tetapi bersenjatakan mulut dan pena belaka”. Marco Kartodikromo adalah tokoh pergerakan, terhormat dan terkenang lewat warisan tulisan-tulisan.

Pada abad XXI, dengan terbitnya buku Bacaan Liar: Budaya dan Politik pada Zaman Pergerakan ini, kita masih diminta memikirkan bacaan liar. Buku ini membuat pembaca bisa tertarik dengan dunia perbukuan masa silam khususnya “batjaan liar” yang tak melupakan konteks zaman. Kita tak diinginkan jauh dari masa lampau dan buku-buku yang sempat terbit mewarnai periode pergerakan. Buku-buku bacaan memang memiliki sejarah yang panjang, memukau dan membuat penasaran.

Judul : Bacaan Liar: Budaya dan Politik pada zaman Pergerakan

Penulis : Razif

Penerbit : Beruang

Cetakan : Pertama, September 2021

Tebal : xxi + 191 halaman

ISBN : 978-623-6494-00-4
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!