KSAD Akan Sediakan 10.000 Stock Reagen RNA Robotic ke RSPAD untuk Penanganan Covid-19
Kamis, 11 Juni 2020 - 23:43 WIB
Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto Brigjen TNI dr Budi Sulistya menuturkan bila stok reagen PCR robotic di RSPAD mulai menipis. “Keterbatasan kami bahwa ekstrak RNA ini masih 8.496. Namun, ternyata yang robotic tinggal 300 sampel, nah sisanya sebanyak 8.196 itu manual. Untuk manual ini kalau sampel di atas 200 berisiko memang perlu ketelitian pipet. Karena pipet bisa berpengaruh pada hasil, kalau boleh menyarankan untuk pengadaan reagen robotic,” ujarnya.
Tidak hanya pemenuhan stok reagen kepada RSPAD, Jenderal TNI Andika Perkasa menanggapi permintaan atas convalescent plasma yang juga telah dilaporkan oleh pihak RSPAD. (Baca juga: Lewat Operasi Rahasia, Indonesia Bebaskan 3 WNI yang Diculik Bajak Laut)
“Ada permintaan yang datang dari Surabaya, Banjarmasin dan Makassar terkait convalescent plasma. Semuanya bisa kami dukung dengan pengiriman teknik khusus (tetap memerhatikan aspek perlunya) 29 kantong (gol a = 21, b = 2, o = 5, ab = 1). Surabaya sendiri terdapat 2 pasien, Banjarmasin 2 pasien, dan Makassar hanya untuk stok,” kata dr Budi Sulistya.
Pemantauan laporan yang dilakukan Jenderal TNI Andika Perkasa bersama jajaran petinggi TNI Angkatan Darat kepada RSPAD merupakan upaya yang terus dilakukan agar angka positif Covid-19 berkurang. Setiap kebutuhan penanganan Covid-19 selalu diupayakan cepat terpenuhi kembali sehingga segala prosesnya dapat terlaksana dengan lancar.
Tidak hanya pemenuhan stok reagen kepada RSPAD, Jenderal TNI Andika Perkasa menanggapi permintaan atas convalescent plasma yang juga telah dilaporkan oleh pihak RSPAD. (Baca juga: Lewat Operasi Rahasia, Indonesia Bebaskan 3 WNI yang Diculik Bajak Laut)
“Ada permintaan yang datang dari Surabaya, Banjarmasin dan Makassar terkait convalescent plasma. Semuanya bisa kami dukung dengan pengiriman teknik khusus (tetap memerhatikan aspek perlunya) 29 kantong (gol a = 21, b = 2, o = 5, ab = 1). Surabaya sendiri terdapat 2 pasien, Banjarmasin 2 pasien, dan Makassar hanya untuk stok,” kata dr Budi Sulistya.
Pemantauan laporan yang dilakukan Jenderal TNI Andika Perkasa bersama jajaran petinggi TNI Angkatan Darat kepada RSPAD merupakan upaya yang terus dilakukan agar angka positif Covid-19 berkurang. Setiap kebutuhan penanganan Covid-19 selalu diupayakan cepat terpenuhi kembali sehingga segala prosesnya dapat terlaksana dengan lancar.
(jon)
Lihat Juga :