Mengawal Dana PEN 2022
Senin, 03 Januari 2022 - 07:02 WIB
Pada awal tahun baru 2022, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, varian terbaru Covid-19 yang berasal dari luar negeri ini tercatat sebanyak 136 orang. Angka tersebut berasal dari penambahan 68 kasus baru di penghujung 2021 dan terjadi pada pelaku perjalanan luar negeri.
Kondisi ini tentu saja membutuhkan perhatian para pemangku kepentingan mengingat dampak varian baru Covid-19, tidak bisa dikesampingkan. Apalagi, tingkat vaksinasi nasional sampai saat ini baru mencapai 54% dari target 208 juta sasaran vaksinasi.
Terkait penanganan Covid-19, pemerintah masih memberikan perhatian cukup besar. Ini bisa dilihat dari APBN 2022 di mana porsi pendanaan untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp414,1 triliun. Angka itu jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp744,7 triliun memang kalah besar. Akan tetapi, dana tersebut diyakini akan cukup efektif dalam upaya menangani dampak pendemi terutama di sektor kesehatan, perlindungan sosial bagi masyarakat, dan pemulihan ekonomi.
Di sektor kesehatan, tidak kurang dari Rp117,9 triliun siap digelontorkan. Beberapa fokus di sektor ini antara lain dialokasikan untuk testing, tracing dan treatment atau perawatan Covid-19 yang dikerjasamakan dengan BPJS Kesehatan. Selain itu, termasuk di dalamnya untuk insentif tenaga kesehatan, vaksinasi dan insentif perpajakan vaksin.
Pada pos perlindungan sosial masyarakat, sedikitnya Rp158,4 triliun telah disiapkan. Beberapa sasaran program ini hampir sama dengan tahun sebelumnya yakni berupa bantuan bagi keluarga tidak mampu melalui program keluarga harapan, kartu sembako, kartu pekerja, dan bantuan langsung tunai (BLT) desa.
Kondisi ini tentu saja membutuhkan perhatian para pemangku kepentingan mengingat dampak varian baru Covid-19, tidak bisa dikesampingkan. Apalagi, tingkat vaksinasi nasional sampai saat ini baru mencapai 54% dari target 208 juta sasaran vaksinasi.
Terkait penanganan Covid-19, pemerintah masih memberikan perhatian cukup besar. Ini bisa dilihat dari APBN 2022 di mana porsi pendanaan untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp414,1 triliun. Angka itu jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp744,7 triliun memang kalah besar. Akan tetapi, dana tersebut diyakini akan cukup efektif dalam upaya menangani dampak pendemi terutama di sektor kesehatan, perlindungan sosial bagi masyarakat, dan pemulihan ekonomi.
Di sektor kesehatan, tidak kurang dari Rp117,9 triliun siap digelontorkan. Beberapa fokus di sektor ini antara lain dialokasikan untuk testing, tracing dan treatment atau perawatan Covid-19 yang dikerjasamakan dengan BPJS Kesehatan. Selain itu, termasuk di dalamnya untuk insentif tenaga kesehatan, vaksinasi dan insentif perpajakan vaksin.
Pada pos perlindungan sosial masyarakat, sedikitnya Rp158,4 triliun telah disiapkan. Beberapa sasaran program ini hampir sama dengan tahun sebelumnya yakni berupa bantuan bagi keluarga tidak mampu melalui program keluarga harapan, kartu sembako, kartu pekerja, dan bantuan langsung tunai (BLT) desa.
Lihat Juga :