KPK Buka Akademi Jurnalis Lawan Korupsi 2020

Rabu, 10 Juni 2020 - 00:47 WIB
"Rasanya peliputan-peliputan korupsi makin lama makin dangkal. Lebih mudah menggunakan argumen bahwa ini yang diinginkan publik, padahal itu merupakan pendangkalan," kata Najwa.

Dia melanjutkan, pendangkalan masalah korupsi yang muncul dalam berita yang ada di media massa karena adanya simplifikasi masalah korupsi pada skandalisasi dan personifikasi pelakunya. Najwa membeberkan, pemberitaan dengan menghadirkan dampak yang besar bagi publik semestinya lebih dikedepankan dengan melakukan peliputan mendalam atau peliputan investigasi serta terhindar dari oligarki atau kependudukan tertentu dari pemodal.

"Harusnya (berita yang dihasilkan) jauh lebih komprehensif dan serius untuk memperbaiki sistem," ucapnya.

Akademi Jurnalis Lawan Korupsi ini terbuka untuk berbagai kalangan masyarakat. Pendaftaran akan dibuka melalui website KPK dan KPK akan menyeleksi hingga terpilih 30 orang peserta yang berhak mengikuti kelas intensif selama lima hari di Jakarta.

Peserta akan diminta membuat sebuah tugas akhir, yang bisa berbentuk peliputan, pembuatan situs publikasi atau apapun proyek yang bisa mempublikasikan upaya pemberantasan korupsi. Karya terbaik akan diumumkan dalam wisuda Akademi Jurnalistik Lawan Korupsi yang digelar bersamaan dengan Hari Antikorupsi Sedunia, di Jakarta, yakni pada 9 Desember 2020 di Jakarta.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!