Refleksi Asuhan Keperawatan pada Era Covid-19

Selasa, 09 Juni 2020 - 08:08 WIB
Enam kebutuhan selanjutnya terdiri atas kebutuhan akan keamanan, yaitu terhindar dari risiko jatuh dan cedera di RS, kebutuhan berkomunikasi dan jika diperluas termasuk hubungan sosial dan kebutuhan psikologis, beribadah, kebutuhan beraktivitas secara produktif, rekreasi, dan kebutuhan akan belajar. Enam kebutuhan ini juga sangat relevan dengan asuhan di era Covid-19 di mana kondisi pasien yang tidak stabil mempunyai risiko jatuh, pengkajian risiko jatuh, pendampingan perawat saat ke kamar mandi, dan pemantauan pembatas tempat tidur serta perlindungan lingkungan menjadi manajemen risiko yang harus dilaksanakan kepada pasien. Sisi beraktivitas secara produktif, komunikasi, psikologis, rekreasi, dan kebutuhan edukasi juga merupakan asuhan yang sangat penting karena akan meningkatkan motivasi dan belajar beradaptasi serta siap untuk merawat dirinya ketika pasien pulang dari RS.

Lalu bagaimana asuhan yang telah dilakukan di pelayanan? Perlu ada refleksi diri yang harus dilakukan oleh perawat dan pimpinan keperawatan agar pengelolaannya lebih baik. Bahwa sejatinya caring dan pemenuhan kebutuhan diri pasien merupakan tugas mulia yang harus diemban oleh perawat. Pengelola keperawatan harus melakukan pengarahan dan monitoring apakah aspek asuhan keperawatan sudah dijalankan dan bagaimana terus mendorong pencapaian peningkatan mutu asuhan.

Refleksi kedua yang harus dilakukan adalah refleksi oleh semua masyarakat agar mengenal dan memahami bahwa sejatinya perawat bukan pembantu dokter yang kerjanya hanya membagi obat, mengukur suhu, sehingga bisa digantikan dengan perawat robot. Robot bukan perawat karena robot hanya alat bantu, seperti halnya Tiktok, yg mungkin bisa bantu membagi obat atau makanan yang digunakan untuk membantu mengurangi tranmisi infeksi pada era Covid-19. Robot tidak bisa merespons curhatan pasien yang kateternya rembes karena posisinya bergeser, atau kebutuhan seorang pasien dengan Covid-19 yang sedang sedih dan kangen dengan keluarganya. Belum lagi aktivitas yang mebutuhkan critical thinking terkait asuhan kritis dan emergensi yang berbasis dari respons kebutuhan pasien yang waktunya sangat cepat dan butuh pengetahuan, dan keterampilan tinggi. Robot adalah teknologi alat bantu bagi tenaga kesehatan untuk pelaksanaan tugas terstuktur sedangkan esensi caring dan bagaimana interaksi perawat dalam memenuhi kebutuhan dan menyiapkan kemandirian pasien tidak akan tergantikan. Mari kita melakukan refleksi asuhan agar lebih memberikan pelayanan yang terbaik.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!