Gugat Presidential Threshold ke MK, DPD Bantah Punya Kepentingan Tertentu
Kamis, 16 Desember 2021 - 18:26 WIB
Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin menampik anggapan adanya kepentingan tertentu dari lembaganya dalam gugatan ambang batas calon presiden atau presidential threshold (PT) ke Mahkamah Konstitusi (MK). FOTO/MPI/FELLDY UTAMA
JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menampik anggapan adanya kepentingan tertentu dari lembaganya dalam gugatan ambang batas calon presiden atau presidential threshold (PT) ke Mahkamah Konstitusi (MK). DPD menegaskan bahwa gugatan itu menyangkut kehidupan demokrasi di Tanah Air.
"Jadi bukan dianggap oh karena ada yang mau mencalonkan presiden, itu tidak sama sekali, tidak ada hubungannya kita. Kami jelas ya memandang PT 0% bukan karena kepentingan politik si-A, si-B, si-C sama sekali tidak," kata Sultan di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/12/2021).
Menurutnya, Indonesia yang menjadi salah satu populasi penduduk terbanyak di Indonesia ini mempunyai potensi yang luar biasa untuk melahirkan pemimpin-pemimpin nasional. Karena itu, Sultan menilai hal tersebut tak boleh dibatasi.
Baca juga: Ferry Juliantono Gugat Presidential Threshold, Ahmad Muzani: Tak Mewakili Gerindra
"Potensi itu harusnya dibuka seluas-luasnya, bahwa terpilih itu urusan hasil. (Tapi) masyarakat dari sisi perhelatan demokrasi akan disuguhi begitu banyak kontestasi, silakan pilih," katanya.
"Jadi bukan dianggap oh karena ada yang mau mencalonkan presiden, itu tidak sama sekali, tidak ada hubungannya kita. Kami jelas ya memandang PT 0% bukan karena kepentingan politik si-A, si-B, si-C sama sekali tidak," kata Sultan di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/12/2021).
Menurutnya, Indonesia yang menjadi salah satu populasi penduduk terbanyak di Indonesia ini mempunyai potensi yang luar biasa untuk melahirkan pemimpin-pemimpin nasional. Karena itu, Sultan menilai hal tersebut tak boleh dibatasi.
Baca juga: Ferry Juliantono Gugat Presidential Threshold, Ahmad Muzani: Tak Mewakili Gerindra
"Potensi itu harusnya dibuka seluas-luasnya, bahwa terpilih itu urusan hasil. (Tapi) masyarakat dari sisi perhelatan demokrasi akan disuguhi begitu banyak kontestasi, silakan pilih," katanya.
Lihat Juga :