Cegah Cluster Covid-19 Nataru, Epidemiolog: Tingkatkan Testing dan Surveilans Genomik

Minggu, 12 Desember 2021 - 14:08 WIB
Kondisi di Indonesia dikatakan, kata Dicky, berbeda dengan ledakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi di Afrika ataupun Eropa. "Pelandaian kasus Covid-19 ini karena ada masyarakat yang sudah divaksin. Di Eropa dan negara maju dominan masyarakat dengan usia tua, berbeda dengan Indonesia yang didominasi usia muda. negara berkembang seperti Indonesia memiliki bonus demografi," katanya.

Selain 3T dan 5M, Dicky juga meminta pemerintah memenuhi target vaksinasi Covid-19. Selain itu kategori kelompok tertentu juga sudah harus mendapatkan vaksin booster. "3T, 5M, vaksinasi harus terus diterapkan. Waspadai Omicron. Setidaknya 80% dari total penduduk harus sudah di vaksinasi dua dosis. Yang kategori usia rawan sudah mendapatkan booster," ujarnya.

Baca juga: Hadapi Libur Nataru, Muhadjir Effendy: Kita Tidak Boleh Lengah

Dicky menyebut 30-40% penduduk Indonesia belum imun sehingga target vaksinasi belum tercapai termasuk pada usia anak. Banyak dari anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19. "Pada kasus negara terdampak Omicron, anak-anak rentan terinfeksi. Selain itu ada kategori risiko komorbid. Anak juga sudah mulai di bawa ke sana sini bersama orang tuanya. Kriteria lansia atau kelompok berisiko semakin dipetakan secara jelas untuk menjadi perhatian khusus," ucapnya.

Di sisi lain, Dicky juga meminta pemerintah meningkatkan literasi masyarakat akan bahaya varian baru virus Corona (Covid-19) di tengah gencarnya teori konspirasi bisnis PCR Covid-19 serta berbagai kabar bohong tentang Covid-19. "Peran orang tua penting, tingkatkan literasi pada orang tua. Untuk menghindari teori konspirasi Covid-19. Karena Covid-19 ini sangat mudah ditafsirkan berbeda dan kontraproduktif," pungkas Dicky Budiman.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!