Hadapi Libur Nataru, Muhadjir Effendy: Kita Tidak Boleh Lengah
Minggu, 12 Desember 2021 - 08:41 WIB
loading...
Mural lawan Covid-19. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah terus melakukan berbagai langkah antisipasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru ( Nataru ). Salah satunya yaitu antisipasi pergerakan orang di Pelabuhan Merak dan Bakauheni dalam rangka mencegah terjadinya penyebaran dan gelombang ketiga Covid-19 .
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meninjau langsung lokasi Pelabuhan Merak dan Bakaheuni. Muhadjir didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi, serta Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi. Mereka juga melakukan rapat koordinasi hal terkait.
"Apa pun konsekuensinya, saya diperintahkan Presiden sebagai koordinator khusus Nataru ini. Saya dengan Pak Menhub, Pak Kapolri, dan Pak MenpanRB sepakat bahwa kita tidak boleh lengah dan menganggap semuanya baik-baik saja," ujar Muhadjir dikutip dari keterangan tertulis pada Minggu (12/12/2021).
Baca juga: Ancaman Gelombang Ketiga di Depan Mata, KSP Minta Tingkatkan Kewaspadaan
Ia mengungkapkan bahwa secara umum berbagai langkah sudah disiapkan oleh Kemenhub, Kapolri, maupun pihak PT ASDP Indonesia Ferry, guna mengantisipasi terjadinya pergerakan orang secara masif. "Tentu kita berharap apa yang sudah disiapkan jauh-jauh hari bisa berjalan lancar. Mengenai pergerakan orang memang tanggung jawab Kemenhub, sedangkan Polri terutama untuk vaksinasi dan protokol kesehatan," katanya.
Muhadjir mengimbau agar ada pembagian tugas yang jelas antara petugas di Pelabuhan Merak atau pun Bakauheni. Menurutnya, pergerakan orang di Pelabuhan Merak akan lebih banyak terjadi saat H-7 jelang Nataru, sebaliknya, H+7 akan lebih banyak dari Pelabuhan Bakauheni kembali menuju Merak.
Di lain sisi, ia juga merekomendasikan para penumpang harus sudah memiliki sertifikat vaksin 2. Kalau pun ada yang masih memiliki vaksin 1, sedianya vaksinasi 2 dapat dilakukan di lokasi yang telah dipersiapkan petugas kesehatan di Pelabuhan Merak atau pun Bakauheni.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meninjau langsung lokasi Pelabuhan Merak dan Bakaheuni. Muhadjir didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Firman Santyabudi, serta Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi. Mereka juga melakukan rapat koordinasi hal terkait.
"Apa pun konsekuensinya, saya diperintahkan Presiden sebagai koordinator khusus Nataru ini. Saya dengan Pak Menhub, Pak Kapolri, dan Pak MenpanRB sepakat bahwa kita tidak boleh lengah dan menganggap semuanya baik-baik saja," ujar Muhadjir dikutip dari keterangan tertulis pada Minggu (12/12/2021).
Baca juga: Ancaman Gelombang Ketiga di Depan Mata, KSP Minta Tingkatkan Kewaspadaan
Ia mengungkapkan bahwa secara umum berbagai langkah sudah disiapkan oleh Kemenhub, Kapolri, maupun pihak PT ASDP Indonesia Ferry, guna mengantisipasi terjadinya pergerakan orang secara masif. "Tentu kita berharap apa yang sudah disiapkan jauh-jauh hari bisa berjalan lancar. Mengenai pergerakan orang memang tanggung jawab Kemenhub, sedangkan Polri terutama untuk vaksinasi dan protokol kesehatan," katanya.
Muhadjir mengimbau agar ada pembagian tugas yang jelas antara petugas di Pelabuhan Merak atau pun Bakauheni. Menurutnya, pergerakan orang di Pelabuhan Merak akan lebih banyak terjadi saat H-7 jelang Nataru, sebaliknya, H+7 akan lebih banyak dari Pelabuhan Bakauheni kembali menuju Merak.
Di lain sisi, ia juga merekomendasikan para penumpang harus sudah memiliki sertifikat vaksin 2. Kalau pun ada yang masih memiliki vaksin 1, sedianya vaksinasi 2 dapat dilakukan di lokasi yang telah dipersiapkan petugas kesehatan di Pelabuhan Merak atau pun Bakauheni.
Lihat Juga :