Loyalis Amien Rais Prediksi PAN Tidak Lolos ke Senayan

Senin, 08 Juni 2020 - 13:23 WIB
Menurutnya, warga Muhammadiyah akan lari dan tidak memilih PAN lagi. Padahal, sejak kelahirannya di awal reformasi, PAN ini identik dan menjadi saluran politik warga Muhammadiyah. (Baca juga: Partai Baru Pecahan PAN Harus Mampu Gaet Akar Rumput Muhammadiyah ).

Jika dipotret lebih dekat, karakter pemilih PAN merupakan masyarakat perkotaan, agamais, dan rasional. Ceruk ini semakin terimpit dengan semakin menguatnya partai pesaing, seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nasdem, dan Gerindra.

"Setelah terjadi pergeseran atas praktik-praktik politik yang ada di PAN hari ini, saya hakulyakin (warga) Muhammadiyah tidak akan menyuarakan politiknya di PAN," ucapnya. (Baca juga: Elektabilitas Ganjar dan Ridwan Kamil Naik, Prabowo dan Anies Turun ).

Di saat bersamaan, partai-partai besar, seperti Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mewacanakan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dari 4 ke 7 persen. Ini akan mengancam eksistensi partai bawah, seperti PAN, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan sejumlah partai baru, termasuk partai yang akan didirikan loyalis Amien Rais.

"Semua partai berkepentingan dengan itu. Kalau orang bilang bagaimana dengan partai baru, kami tidak ada rasa khawatir. Insya Allah optimis selama membawa gagasan kepada pemilih. Kami enggak galau atau resah dengan itu," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!