Gowok, Mentor Ulung Bersenggama Para Calon Pengantin

Rabu, 08 Desember 2021 - 18:46 WIB
Lim Khing Hoo sangat berhasil dalam membeberkan pandangan du kubu yang saling bertentang tentang tradisi Gowokan yang mulai dipertanyakan kegunaannya pada tahun 1930-an.

Melalui perjumpaan selama beberapa hari dengan Sumbangsih membuat Suganda malah jatuh cinta kepadanya. Meski akhirnya Suganda tetap menikahi calon istrinya - yaitu Sumiati, Namun hubungannya dengan Sumbangsih tidaklah terputus. Suganda tetap berupaya menikahi Sumbangsih, tetapi Sumbangsih kukuh menjelaskan bahwa tugasnya adalah untuk membantu keluarga Suganda menjadi bahagia. Sumbangsih tahu bahwa dirinya juga jatuh cinta kepada Suganda. Tetapi demi nilai-nilai luhur Gawok, ia memutuskan untuk memendam hasratnya tersebut.

baca juga: Ingin Cepat Hamil? Ini Posisi Bercinta yang Patut Dicoba!

Mengetahui bahwa suaminya masih sering berhubungan dengan Sumbangsih, Sumiati menjadi marah dan melabrak Sumbangsih. Namun kemarahan Sumiati akhirnya reda setelah tahu bahwa Sumbangsih sama sekali tidak berniat merebut suaminya. Menariknya, Sumiati menawarkan supaya Suganda juga menikahi Sumbangsih. Ia rela berbagi Suganda dengan sang Gowok. Namun Sumbangsih tetap menolaknya.

Di bagian penutup novel ini terjadi dialog kecil tentang poligami. Sumiati mendasarkan permintaannya kepada Sumbangsih untuk mau menikah dengan Suganda kepada tradisi poligami. Namun Sumbangsih menjelaskan bahwa “terlebih betul lagi kalau cuma buat satu orang…” Apakah dalam hal ini Lim Khing Hoo juga menangkap gejala legalisasi poligami yang juga mulai marak di tahun 1930? Siapa tahu. Novel ini ditutup dengan menghilangnya Sumbangsih – Sang Gowok dari desa (hal 96). Lim Khing Hoo sepertinya mau menyampaikan kepergian Sang Gowok adalah akhir dari tradisi Gowokan.

Judul : Gowok

Penulis : Lim Khing Hoo

Terbit : 2019

Penerbit : Pustaka Klasik

Tebal : xiv + 97
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!