Peradaban yang Berbenturan

Sabtu, 06 Juni 2020 - 09:59 WIB
Ia menyebut, “Hipotesis saya, sumber fundamental konflik di dunia baru pasca perang dingin bukan bersumber ideologi atau ekonomi. Perpecahan besar di antara umat manusia dan sumber konflik yang mendominasi adalah budaya. Konflik utama politik global, akan terjadi di antara negara dan kelompok peradaban yang berbeda. Benturan peradaban bakal mendominasi politik global. Garis patahan antar peradaban jadi garis pertempuran di masa depan."

Huntington melihat dunia dengan paradigma baru dengan adanya tujuh peradaban yang bersaing global, yaitu Barat, Amerika Latin, Konfusianisme, Jepang, Islam, Hindu dan Slavia-Ortodoks. Ini sama sekali beda dengan perang dingin yang mempersaingkan ideologi kapitalis blok negara-negara sekutu AS yang tergabung dalam NATO, dengan ideologi komunis blok negara-negara di bawah kepemimpinan Uni Soviet.

Dalam praktiknya, sumber kesadaran identitas agama maupun budaya masyarakat adalah peradaban yang berkembang di suatu wilayah geografis tertentu.

Peradaban Barat misalnya, adalah peradaban yang terbentuk pada negara-negara Amerika Serikat, Kanada, Eropa Barat, Eropa Tengah, Australia maupun Oceania. Termasuk dalam peradaban Barat juga, adalah negara-negara dengan kebudayaan Kristen Barat, Katolik-Protestan.

Sedangkan peradaban Timur adalah campuran yang terbawa oleh Buddha, Tiongkok, Hindu, dan Jepang. Peradaban Timur juga kuat dipengaruhi oleh Islam yang berasal dari Timur Tengah Raya, Afrika Barat Utara, Albania, Bangladesh, Brunei, Komoro, Indonesia, Malaysia, Pakistan, dan Maladewa.

Yang jadi problem, dalam kenyataannya kutub peradaban sebagai sumber konflik yang terbawa oleh prasangka dan stereotip ini, bukan semata-mata terjadi akibat adanya kategorisasi Timur dan Barat yang terdeterminasi oleh faktor wilayah geografis.

Yang juga berpengaruh adalah paradigma, perspektif berpikir, nilai-nilai maupun basic assumption yang beredar dalam peradaban. Perihal ini, pemikiran Huntington banyak memperoleh catatan kritis, bahkan pedas.

Pemikiran yang mendeterminasi relasi diametral Timur-Barat sebagai sumber konflik, dianggap sebagai simplikfikasi positivistik. Bias pemikiran ala Barat. Zainal Abidin Bagir, 2011 dalam Menguji the Clash of Civilizations Samuel P. Huntington, memuat kritik Edward Said yang menyatakan peradaban bukanlah kotak tertutup. Terdapat interaksi, pertukaran, dan saling pinjam antar peradaban. Benturan antar peradaban tak lebih dari bahasa baru untuk mengungkap sejarah, bukan untuk memahami kesalingbergantungan yang terus berlangsung sampai saat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!