Noktah Peziarah

Sabtu, 20 November 2021 - 08:45 WIB
baca juga: Goresan Sajak Cak Imin dalam Antologi Puisi Darah Juang

Di pengujung buku puisi yang masuk nominasi daftar panjang Kusala Sastra Khatulistiwa 2021 ini, Abdul Wachid menutupnya dengan esai berjudul “Hikmah Puisi”. Adanya esai penutup semacam untuk penjelasan, penegasan, dan apologi. Di situ, Abdul Wachid mengaku diri menganggap dan menggunakan puisi sebagai medium pemaknaan-pencerapan objek dan pengalaman ruhani manusia. Suasana alam dan batin yang dirasa-diindera oleh penggubah puisi diobjektifikasi lalu ditorehkan ke bait-bait puisi.

Puisi terus lahir dari rahim penyair. “Seseorang mencari ‘puisi’ yang bakal ditulisnya”, pandang Abdul Wachid, “samalah dengan manusia yang telah, sedang, dan terus akan mencari hikmah itu, maka dia harus senantiasa membaca alam...” Kita anggap saja, Abdul Wachid masih mencari “puisi” dari perjalanan ragawi, pelanglangan imajiner, pengalaman ruhani, dan romansa cinta melulu.

Judul Buku : Jalan Malam

Penulis : Abdul Wachid BS

Penerbit : BasaBasi

Cetakan : Pertama, April 2021

Tebal : vi + 142 halaman

ISBN : 978-623-305-209-2
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!