Ditangkapnya Nurhadi Bisa Jadi Ajang Bersih-bersih di MA

Jum'at, 05 Juni 2020 - 15:13 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Bambang Widjojanto. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Penangkapan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiono pada Senin 1 Juni 2020 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menjadi momentum bersih-bersih di tubuh MA.

Ini juga menjadi momentum bagi Ketua MA yang baru Syarifuddin untuk mengambil langkah tersebut. "Alhamdulillah kita punya pimpinan MA yang baru, Pak Syarifuddin. Pak Syarifuddin ini sebenarnya kalau beliau mau ini adalah momentum untuk melakukan bersih-bersih," tutur mantan pimpinan KPK Bambang Widjojanto dalam diskusi secara online, Jumat (5/6/2020).



Pria yang biasa disapa BW ini menjelaskan momentum bersih-bersih harus dilakukan di tubuh MA karena diduga Nurhadi memiliki jaringan cukup kuat di dalam MA.

"Karena apa? lagi-lagi saya mau mengatakan ternyata Pak Nurhadi itu menurut saya punya jaringan yang cukup kuat karena korupsi tidak mungkin dilakukan sendiri ada tiga levelnya," tuturnya. (Baca juga: Pimpin Penangkapan Nurhadi, Novel Baswedan seperti Gus Dur )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!