New Normal, Tommy Kurniawan Minta Tahap Awal Cukup di Sektor Perdagangan
Rabu, 03 Juni 2020 - 17:36 WIB
Diakui Tomkur, sebenarnya pemerintah belum sepenuhnya siap dalam memberlakukan kebijakan new normal. "Pasti tidak siap karena sistem kesehatan kita belum baik. Pendisiplinan dari masyarakat juga belum sepenuhnya sempurna. Dua sisi ini kita perbaiki. Jangan selalu menyalahkan. Kita harus membantu pemerintah sehingga saat diterapkan new normal, semua sudah tahu," urainya.
Menurut politikus PKB ini, sektor perdagangan sangat terpukul akibat pandemi Covid-19. Bahkan, dirinya yang juga memiliki bisnis, juga jeblok akibat pandemi Covid-19. "Saya juga terdampak usaha saya, karyawan saya. Omset jatuh sampai 90%. Ya tentunya saya harus survive. Saya melakukan berbagai macam inovasi agar tetap bisa berjalan. Saya ada sedikit tabungan ya mengeluarkan untuk bisnis saya," kata Tomkur yang menggeluti salah satunya usaha percetakan.
Di masa pandemi ini, Tomkur juga bergerak untuk membantu para pelaku UMKM dengan mempromosikan atau meng-endorse produk-produk UMKM secara gratis. "Saya endorse gratis. Saya tidak memungut bayaran sama sekali karena kita membantu UMKM," katanya.
Bahkan, Tomkur mengaku saat ini sedang merancang satu produk keripik singkong untuk membantu UMKM dan petani singkong yang ada di daerah pemilihannya Kabupaten Bogor, Jawa Barat. "Saya mau jualan keripik singkong dengan kemasan yang baik. Ini sedang konsultasi dengan desainer untuk membuat packaging. Keripiknya sudah trial. Ini sudah dites, kualitasnya suda baik, tinggal mengemasnya saja. Tujuannya untuk membantu UMKM dan petani. Itu hal kecil yang bisa saya lakukan," tuturnya.
Tomkur menekankan bahwa kunci utama di era new normal adalah kedisiplinan. "Dengan kedisiplinan kita Insyaallah bisa menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Misalnya tertular virus. Dengan kedisiplinan kita betul-betul memperhatikan anggota tubuh dengan memakai masker, menjaga jarak, menggunakan hand sanitizer, dan protokol kesehatan lainnya. Jadi kita masuk ke dalam kehidupan new normal dalam arti, kita melakukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak biasa kita lakukan," katanya.
Menurut politikus PKB ini, sektor perdagangan sangat terpukul akibat pandemi Covid-19. Bahkan, dirinya yang juga memiliki bisnis, juga jeblok akibat pandemi Covid-19. "Saya juga terdampak usaha saya, karyawan saya. Omset jatuh sampai 90%. Ya tentunya saya harus survive. Saya melakukan berbagai macam inovasi agar tetap bisa berjalan. Saya ada sedikit tabungan ya mengeluarkan untuk bisnis saya," kata Tomkur yang menggeluti salah satunya usaha percetakan.
Di masa pandemi ini, Tomkur juga bergerak untuk membantu para pelaku UMKM dengan mempromosikan atau meng-endorse produk-produk UMKM secara gratis. "Saya endorse gratis. Saya tidak memungut bayaran sama sekali karena kita membantu UMKM," katanya.
Bahkan, Tomkur mengaku saat ini sedang merancang satu produk keripik singkong untuk membantu UMKM dan petani singkong yang ada di daerah pemilihannya Kabupaten Bogor, Jawa Barat. "Saya mau jualan keripik singkong dengan kemasan yang baik. Ini sedang konsultasi dengan desainer untuk membuat packaging. Keripiknya sudah trial. Ini sudah dites, kualitasnya suda baik, tinggal mengemasnya saja. Tujuannya untuk membantu UMKM dan petani. Itu hal kecil yang bisa saya lakukan," tuturnya.
Tomkur menekankan bahwa kunci utama di era new normal adalah kedisiplinan. "Dengan kedisiplinan kita Insyaallah bisa menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Misalnya tertular virus. Dengan kedisiplinan kita betul-betul memperhatikan anggota tubuh dengan memakai masker, menjaga jarak, menggunakan hand sanitizer, dan protokol kesehatan lainnya. Jadi kita masuk ke dalam kehidupan new normal dalam arti, kita melakukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak biasa kita lakukan," katanya.
(cip)
Lihat Juga :