PPKM Efektif Tekan Positivity Rate Covid-19 Sampai Rekor Terendah
Senin, 13 September 2021 - 10:30 WIB
Selain itu, Nadia mengatakan pertama, PPKM diharapkan menjadi tools untuk memonitor untuk Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di daerah. ”Jadi kalau pelanggaran terhadap ketentuan tersebut itu akan menjadi alat yang sangat baik yang kemudian bisa turun bersama dengan aparat hukum untuk menertibkan. Kemudian akan diminta untuk menutup 3 hari ya, tentunya teguran yang cukup keras kalau menurut saya. Jadi ini suatu peringatan yang cukup keras ya menurut saya ya,” tutur dia.
“Nah yang kedua adalah tentunya kita lakukan ini bagaimana kemudian membangun pemahaman masyarakat untuk tidak lupa bahwa kondisi pandemi ini belum selesai,” katanya.
Baca juga: Kemenkes: CT Value Tidak Bisa Dijadikan Dasar Penentu Varian Virus Corona
Ketiga, kata Nadia, adalah integrasikan dengan penggunaan teknologi informasi aplikasi Pedulilindungi untuk masyarakat melakukan aktivitas di tempat-tempat publik. “Jadi termasuk juga ya yang sudah jelas selanjutnya transportasi publik, kemudian kita juga melakukan di mal-mal dimana kalau orang mau masuk harus menggunakan aplikasi Pedulilindungi yang dibaca barcode-nya, situasinya kita kembangkan di 6 sektor.”
“Nah itu harapannya PPKM ini adalah meningkatkan tentunya monitoring kewaspadaan kita dan juga sebagai upaya untuk menjaga protokol kesehatan. Setidaknya kita saling menjaga dan masyarakat lainnya pada saat melakukan aktivitas di tempat-tempat publik, sehingga tidak menjadi sumber penularan ataupun kemungkinan tertular dari orang lain,” paparnya.
“Nah yang kedua adalah tentunya kita lakukan ini bagaimana kemudian membangun pemahaman masyarakat untuk tidak lupa bahwa kondisi pandemi ini belum selesai,” katanya.
Baca juga: Kemenkes: CT Value Tidak Bisa Dijadikan Dasar Penentu Varian Virus Corona
Ketiga, kata Nadia, adalah integrasikan dengan penggunaan teknologi informasi aplikasi Pedulilindungi untuk masyarakat melakukan aktivitas di tempat-tempat publik. “Jadi termasuk juga ya yang sudah jelas selanjutnya transportasi publik, kemudian kita juga melakukan di mal-mal dimana kalau orang mau masuk harus menggunakan aplikasi Pedulilindungi yang dibaca barcode-nya, situasinya kita kembangkan di 6 sektor.”
“Nah itu harapannya PPKM ini adalah meningkatkan tentunya monitoring kewaspadaan kita dan juga sebagai upaya untuk menjaga protokol kesehatan. Setidaknya kita saling menjaga dan masyarakat lainnya pada saat melakukan aktivitas di tempat-tempat publik, sehingga tidak menjadi sumber penularan ataupun kemungkinan tertular dari orang lain,” paparnya.
(muh)
Lihat Juga :