Pandemi Covid-19 Jadi Tantangan Berat Raih Bonus Demografi

Kamis, 28 Mei 2020 - 12:58 WIB
Selain itu, ketika isu pulangnya para pekerja migran Indonesia (PMI) merebak juga menambah kepanikan masyarakat di tengah pandemi. Konsep 'virus tidak bergerak, tetapi manusia yang memindahkan virus' memperlihatkan mobilitas penduduk sebagai faktor kunci tersebarnya Covid-19.

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat terdapat 100.094 pekerja migran Indonesia yang berasal dari 83 negara pulang ke tanah air dalam tiga bulan terakhir. BP2MI juga memprediksi, 37.075 PMI akan kembali ke tanah air pada bulan April-Mei 2020. Apabila mengacu pada provinsi asal PMI, kepulangan PMI tersebut akan mengarah ke enam provinsi utama daerah asal PMI, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Lampung dan Sumatera Utara.

“Ada 63,4 juta penduduk yang relatif muda (usianya). tetapi ingat syarat secara kualitatif mereka ini harus sehat secara reproduktif. Kemudian mereka pendidikannya harus cukup juga punya keterampilan yang baik. Kemudian mereka juga harus mempunyai pekerjaan yang bagus. Oleh karena itu baru ada harapan untuk memetik Bonus Demografi. Jadi kalau dari pekerja migran kalau jumlahnya sekitar 260 ribu dan mayoritas pendidikannya di bawah SMP dan mayoritas perempuan, mungkin kalau dia kembali ke Indonesia kemudian mewarnai akan untuk memetik Bonus Demografi maka akan menjadi pemberat bukan menjadi daya ungkit,” tambah hasto.

Dalam paparannya, Peneliti LIPIProf. (Riset) Dr. Aswatini menyebutkan bahwa karakteristik PMI 2 kali lipatnya adalah perempuan yang umumnya bekerja sebagai ART dan caregivers. Sebanyak66.7 persen berpendidikan SD dan SLTP dan bekerja pada sektor informal.

Di dalam negeri, pandemi Covid-19 secara langsung telah berimbas pada aspek ketenagakerjaan Indonesia. Kementerian Tenaga Kerja dan BPJS mencatat ada sekitar 2,8 juta pekerja di berbagai sektor yang terdampak langsung akibat Covid- 19. Mereka terdiri dari 1,7 juta pekerja formal dirumahkan, 749,4 ribu di-PHK dan 282 pekerja informal yang usahanya terganggu. Dilansir dari Katadata,co.id, CORE Indonesia memperkirakan tingkat pengangguran terbuka pada kuartal II-2020 mencapai 8,2 persen dengan skenario ringan, 9,79 persen pada skenario sedang dan 11,49 persen skenario berat.

Sementara, Dana Moneter Internasional (IMF) juga memproyeksi angka pengangguran Indonesia pada tahun 2020 sebesar 7,5 persen, naik dari 2019 yang hanya sebesar 5,3 persen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!