Pandemi Covid-19 Jadi Tantangan Berat Raih Bonus Demografi

Kamis, 28 Mei 2020 - 12:58 WIB
Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo memprediksi Indonesia bisa memasuki angka sampai 46 (dependency ratio), yaitu setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung 46 penduduk tidak produktif.
JAKARTA - Dampak pandemi Covid-19 berimplikasi luas terhadap pencapaian dan pemanfaatan bonus demografi. Usaha pencapaian dan pemanfaatan bonus demografi yang mengandalkan kelompok usia produktif bisa saja terbentur kenyataan meningkatnya jumlah pengangguran, baik dari dalam maupun luar negeri.

Menurut Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Indonesia diprediksi bisa memasuki angka sampai 46 (dependency ratio). Artinya setiap 100 penduduk yang usia produktif hanya menanggung 46 (penduduk) yang tidak produktif. "Ini yang luar biasa oleh karena itu syarat untuk bisa memetik Bonus Demografi. Dari segi kuantitas itu kita memasuki dan tentu ini tidak akan mudah diganggu gugat karena syarat kuantitas ini ditempuh dengan sangat panjang sehingga pengaruh Covid ini tidak akan mengubah dengan serta merta secara totalitas. Secara kuantitas itu tidak akan berpengaruh secara signifikan,” kata Hasto Wardoyo.



Pendapat Hasto dingkapkan dalam webinar bertema 'Tantangan Kependudukan di Tengah Pandemi Covid-19: Pekerja Migran Indonesia Pulang Kampung' melalui virtual meeting di aplikasi Webex dan juga disiarkan langsung di Youtube dan Facebook BKKBNOfficial (28/5/2020).

Namun Hasto mengatakan bahwa untuk memetik Bonus Demografi harus memenuhi dua syarat, yaitu tidak hanya dari segi kuantitas namun juga kualitas. Menurutnya, dari segi kuantitas untuk memetik Bonus Demografi memang tidak perlu dikhawatirkan karena melalui proses yang sangat panjang dari hasil penurunan angka fertilitas dari tahun 1970 sebesar 5,6 menjadi 2,4 hingga kini.

Yang perlu dikhawatirkan adalah segi kualitas SDM penduduk Indonesia. Apalagi di masa pandemi Covid 19 ini yang diproyeksikan dapat menyebabkan peningkatan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). KTD tersebut bisa menimbulkan berbagai permasalahan seperti stunting, angka kematian ibu dan bayi, serta permasalahan lainnya di masa yang akan mendatang. Sehingga bisa mengganggu kualitas SDM penduduk Indonesia untuk memetik bonus demografi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!