Mengenal Agama Baha'i yang Diberikan Ucapan Selamat oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas
Kamis, 29 Juli 2021 - 07:42 WIB
Ajarannya mendapat sambutan positif masyarakat sehingga agama Bab tumbuh pesat. Namun, hal itu mengusik pemerintah dan para pemimpin agama di Iran, sehingga beragam upaya dilakukan untuk meredupkan ajaran Sang Bab. Sayyid Ali Muhammad sempat dipenjara di benteng Mah-Ku di pegunungan Azerbaijan dan dikurung di benteng Chihriq, tapi tindakan itu tidak mengurangi pengaruhnya. Hingga akhirnya Sang Bab dihukum mati dan dieksekusi di Kota Tabriz. Jenazahnya diam-diam diambil oleh para pengikutnya dan dibawa ke Bukit Karmel di Palestina (sekarang Israel). Tempat penguburan Sang Bab ditentukan oleh salah satu pengikutnya yang bernama Baha'ullah.
Baha'ullah adalah gelar yang disematkan kepada Mirza Husayn Ali yang berarti Kemuliaan Tuhan. Ia adalah bangsawan Iran yang menjadi pengikut utama Sang Bab. Ketika dikurung di penjara bawah tanah Siyah-Chal, Kota Teheran pada 1852, ia menerima permulaan dari misi ilahinya sebagaimana diramalkan Sang Bab. Baha'ullah bermimpi dan mendapatkan firman-firman yang agung.
Setelah dibebaskan dari penjara bawah tanah, Baha'ullah diasingkan ke Baghdad, Irak. Dia melihat para pengikut agama Bab dalam kondisi sangat acak-acakan dan hina. Dia lalu mulai mendidik dan menghidupkan umat melalui tulisan dan teladannya. Di masa pengasingan di Baghdad itu, beberapa kitab suci berhasil ditulis, antara lain Kalimat Tersembunyi, Tujuh Lembah, dan Kitab-i-Iqan (Kitab Keyakinan). Pada 1863, di sebuah taman bernama Taman Ridwan, Baha'ullah mengumumkan misinya kepada para pengikut Sang Bab di Baghdad. Sejak saat itu agama ini dikenal sebagai agama Baha'i.
Baca juga: Heboh Menag Ucap Hari Raya Baha'i, Setara Ungkap tentang Konstitusi Negara
Dasar ajaran Baha'i adalah keesan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan umat manusia. Umat Baha'i tidak menganggap persatuan sebagai tujuan yang hendak dicapai setelah banyak masalah diselesaikan terlebih dahulu, tapi sebaliknya mereka memandang persatuan adalah langkah pertama untuk memecahkan masalah.
Baha'ullah adalah gelar yang disematkan kepada Mirza Husayn Ali yang berarti Kemuliaan Tuhan. Ia adalah bangsawan Iran yang menjadi pengikut utama Sang Bab. Ketika dikurung di penjara bawah tanah Siyah-Chal, Kota Teheran pada 1852, ia menerima permulaan dari misi ilahinya sebagaimana diramalkan Sang Bab. Baha'ullah bermimpi dan mendapatkan firman-firman yang agung.
Setelah dibebaskan dari penjara bawah tanah, Baha'ullah diasingkan ke Baghdad, Irak. Dia melihat para pengikut agama Bab dalam kondisi sangat acak-acakan dan hina. Dia lalu mulai mendidik dan menghidupkan umat melalui tulisan dan teladannya. Di masa pengasingan di Baghdad itu, beberapa kitab suci berhasil ditulis, antara lain Kalimat Tersembunyi, Tujuh Lembah, dan Kitab-i-Iqan (Kitab Keyakinan). Pada 1863, di sebuah taman bernama Taman Ridwan, Baha'ullah mengumumkan misinya kepada para pengikut Sang Bab di Baghdad. Sejak saat itu agama ini dikenal sebagai agama Baha'i.
Baca juga: Heboh Menag Ucap Hari Raya Baha'i, Setara Ungkap tentang Konstitusi Negara
Dasar ajaran Baha'i adalah keesan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan umat manusia. Umat Baha'i tidak menganggap persatuan sebagai tujuan yang hendak dicapai setelah banyak masalah diselesaikan terlebih dahulu, tapi sebaliknya mereka memandang persatuan adalah langkah pertama untuk memecahkan masalah.
Lihat Juga :