Mengenal Agama Baha'i yang Diberikan Ucapan Selamat oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas
Kamis, 29 Juli 2021 - 07:42 WIB
Para pemeluk agama Bahai memasuki tempat ibadah yang diberi nama Mashriqul Adhkar. FOTO/WIKIPEDIA
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, sekitar empat bulan lalu, menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Naw-Ruz 178 EB kepada umat Baha'i . Video ucapan itu dalam dua hari terakhir viral dan menimbulkan pro dan kontra di media sosial.
Perbincangan yang begitu luas membuat kata Baha'i sempat menempati trending topic di Twitter Indonesia. Banyak orang mencari tahu tentang Baha'i karena ketidaktahuannya, dan sebagian lainnya memberikan penjelasan tentang Baha'i. Adapula yang mengkritisi Menag karena Baha'i bukanlah agama yang diakui di Indonesia.
Di luar pro-kontra yang ditimbulkan, mari sedikit mengenal Baha'i, agama yang didirikan oleh Baha'ullah pada abad 19 di Iran. Kemunculan agama Baha'i bermula dari Sayyid 'Ali Muhammad, tokoh di Shiraz, Iran yang mendeklarasikan dirinya sebagai pembawa amanat baru dari Tuhan pada 1844. Tokoh bergelar Sang Bab (Pintu) ini menyatakan kedatangannya untuk membuka jalan bagi wahyu yang lebih agung lagi. Dia melarang perbudakan dan perkawinan sementara yang pada waktu itu praktik umum di Iran.
Baca juga: Ucapan Selamat Hari Raya Baha'i Menteri Agama yang Bikin Heboh
Perbincangan yang begitu luas membuat kata Baha'i sempat menempati trending topic di Twitter Indonesia. Banyak orang mencari tahu tentang Baha'i karena ketidaktahuannya, dan sebagian lainnya memberikan penjelasan tentang Baha'i. Adapula yang mengkritisi Menag karena Baha'i bukanlah agama yang diakui di Indonesia.
Di luar pro-kontra yang ditimbulkan, mari sedikit mengenal Baha'i, agama yang didirikan oleh Baha'ullah pada abad 19 di Iran. Kemunculan agama Baha'i bermula dari Sayyid 'Ali Muhammad, tokoh di Shiraz, Iran yang mendeklarasikan dirinya sebagai pembawa amanat baru dari Tuhan pada 1844. Tokoh bergelar Sang Bab (Pintu) ini menyatakan kedatangannya untuk membuka jalan bagi wahyu yang lebih agung lagi. Dia melarang perbudakan dan perkawinan sementara yang pada waktu itu praktik umum di Iran.
Baca juga: Ucapan Selamat Hari Raya Baha'i Menteri Agama yang Bikin Heboh
Lihat Juga :