Akademisi: Upaya BIN Canangkan Vaksinasi Door to Door Dinilai Tepat
Kamis, 22 Juli 2021 - 16:29 WIB
Dia mengatakan ancaman terhadap ‘keamanan manusia’ sejalan dengan UU Intelijen Negara Nomor 17 Tahun 2011. Sehingga, program vaksinasi menjadi penting dilaksanakan.
“Potensi ancaman saat ini bukan hanya dalam bentuk separatisme, radikalisme, inflitrasi kekuatan negara asing, akan tetapi juga virus COVID-19,” terang Syauqillah.
Berdasarkan hasil kajian Lembaga Survei Indonesia beberapa waktu lalu, angka vaksinasi masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, menurut Syauqillah, Presiden sebagai single user intelijen negara pasca Perpres No. 73 tahun 2020, telah memberikan apresiasi terhadap program vaksinasi yang brilian ini. Baca juga: BIN Lanjutkan Vaksinasi Door to Door sambil Bagikan 10.000 Paket Sembako di 6 Provinsi
“Artinya restu telah diberikan oleh single user. Berbeda dengan vaksin berbayar yang telah dibatalkan oleh Presiden,” tukasnya.
“Potensi ancaman saat ini bukan hanya dalam bentuk separatisme, radikalisme, inflitrasi kekuatan negara asing, akan tetapi juga virus COVID-19,” terang Syauqillah.
Berdasarkan hasil kajian Lembaga Survei Indonesia beberapa waktu lalu, angka vaksinasi masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, menurut Syauqillah, Presiden sebagai single user intelijen negara pasca Perpres No. 73 tahun 2020, telah memberikan apresiasi terhadap program vaksinasi yang brilian ini. Baca juga: BIN Lanjutkan Vaksinasi Door to Door sambil Bagikan 10.000 Paket Sembako di 6 Provinsi
“Artinya restu telah diberikan oleh single user. Berbeda dengan vaksin berbayar yang telah dibatalkan oleh Presiden,” tukasnya.
(kri)
Lihat Juga :