Jauh dari Keluarga, Ciptakan Dampak Psikologis
Sabtu, 10 Juli 2021 - 08:44 WIB
Baca juga: Diaspora Indonesia Bertahan di Tengah Pandemi
Beratnya menjalani hidup di negara orang juga dialami Satya. Wanita yang hijrah ke Amerika pada 2017 ini mengaku mulai mengalami stres dengan kondisi yang serba tidak menentu saat memasuki bulan ke-4 dan ke-5 pandemi, yakni Juli dan Agustus. Ditambah, dirinya harus pula mengurus perpanjangan izin tinggal atau Green Card yang cukup rumit serta memakan waktu. "Waktu itu sempat panik, apalagi orang-orang juga lagi panik kan. Saya inget banget waktu itu. Tapi ya pasrah saja," tuturnya.
Media Sosial Jadi Sarana Ampuh Jalin Komunikasi
Satya dan Topan sepakat bahwa dalam kondisi sulit ini, hal terpenting saat ini adalah tetap menjalin komunikasi dengan keluarga. Karena, biar bagaimanapun keluarga merupakan support system yang harus dimiliki saat masa genting seperti ini. Bagi ketiganya, media sosial menjadi sarana ampuh untuk berkomunikasi dengan keluarga. "Sekarang ini ya saya hanya bisa mengandalkan media sosial dan aplikasi berbagi pesan (WhatsApp) untuk menghubungi keluarga. Paling sering sih kami video call," kata Satya.
Ia mengaku sangat bersyukur dengan kecanggihan teknologi yang kini ada. Sebab, mempermudah komunikasi dengan keluarga yang jauh dengannya. Aktivitas serupa juga dilakukan Topan. "Kalau sekarang sebisa mungkin komunikasinya tetap berjalan jangan sampai terputus. Kalau sama keluarga bisa dengan telpon baik lewat whatsapp maupun video call," ujar pria yang bekerja di lembaga internasional ini.
Beratnya menjalani hidup di negara orang juga dialami Satya. Wanita yang hijrah ke Amerika pada 2017 ini mengaku mulai mengalami stres dengan kondisi yang serba tidak menentu saat memasuki bulan ke-4 dan ke-5 pandemi, yakni Juli dan Agustus. Ditambah, dirinya harus pula mengurus perpanjangan izin tinggal atau Green Card yang cukup rumit serta memakan waktu. "Waktu itu sempat panik, apalagi orang-orang juga lagi panik kan. Saya inget banget waktu itu. Tapi ya pasrah saja," tuturnya.
Media Sosial Jadi Sarana Ampuh Jalin Komunikasi
Satya dan Topan sepakat bahwa dalam kondisi sulit ini, hal terpenting saat ini adalah tetap menjalin komunikasi dengan keluarga. Karena, biar bagaimanapun keluarga merupakan support system yang harus dimiliki saat masa genting seperti ini. Bagi ketiganya, media sosial menjadi sarana ampuh untuk berkomunikasi dengan keluarga. "Sekarang ini ya saya hanya bisa mengandalkan media sosial dan aplikasi berbagi pesan (WhatsApp) untuk menghubungi keluarga. Paling sering sih kami video call," kata Satya.
Ia mengaku sangat bersyukur dengan kecanggihan teknologi yang kini ada. Sebab, mempermudah komunikasi dengan keluarga yang jauh dengannya. Aktivitas serupa juga dilakukan Topan. "Kalau sekarang sebisa mungkin komunikasinya tetap berjalan jangan sampai terputus. Kalau sama keluarga bisa dengan telpon baik lewat whatsapp maupun video call," ujar pria yang bekerja di lembaga internasional ini.
Lihat Juga :