Persatuan Umat Islam, Sebuah Keniscayaan

Senin, 21 Juni 2021 - 06:55 WIB
Cinta Islam, Cinta Indonesia

Salah satu cara melemahkan kekuatan politik Islam adalah munculnya stigma negatif terhadap gerakan politik Islam. Jika yang bergerak adalah kaum tradisionalis, maka stigma kolot, kaku, dan terbelakang bakal dipasang. Jika yang bergerak adalah kaum modernis maka stigma radikal, keras, dan militan bakal disematkan. Berbagai stigma ini kemudian dibuat pintu masuk untuk menekan gerakan kekuatan Islam. Stigma ini juga membuat banyak remaja muslim di Indonesia anti-dengan gerakan politik Islam.

Memang harus diakui ada sebagian gerakan politik Islam yang bertujuan menganti ideologi negara. Terutama gerakan politik Islam yang dilakukan oleh kelompok-kelompok proxy dari gerakan Islam transnasional. Namun bagi sebagian besar kelompok Islam di Indonesia, persoalan ideologi dan dasar negara sudah selesai. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sudah final. Bahkan beberapa kelompok Islam Indonesia kerap mengaungkan adagium hubbul wathon minal iman atau cinta bangsa adalah sebagian dari iman. Sehingga ketakutan atas gerakan politik Islam merupakan satu hal yang berlebihan.

Gerakan politik Islam ini dewasa ini dalam hemat saya, harus ditujuhkan pada upaya mencapai kesejahteraan sebesar-besarnya bagi umat Islam. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jika angka kemiskinan Indonesia pada September 2020 sebanyak 27,55 juta jiwa meningkat 2,76 juta jiwa dibanding tahun sebelumnya. Angka ini diprediksi akan terus naik seiring kondisi sulit menyusul pandemic Covid-19. Di kuartal I 2021 posisi pertumbuhan ekonomi masih di angka 0,75%. Jumlah pengangguran meningkat, lapangan pekerjaan kian sulit. Situasi pandemi Covid-19 ini juga memberikan dampak besar bagi sektor lain seperti Pendidikan. Banyak anak usia belajar di Indonesia yang mengalami learning lost sehingga tidak mempunyai kemampuan sesuai dengan jenjang Pendidikannya. Berbagai situasi dan keadaan sulit ini membutuhkan keberpihakan dan keseriusan pemerintah dalam menanganinnya. Kekuatan politik Islam juga harus Bersatu padu menyatukan kekuatan agar dampak yang lebih parah atas kesenjangan ekonomi maupun dampak pandemic Covid-19 tidak terjadi. Sebab sebagian besar mereka yang berada di garis kemiskinan maupun golongan paling parah terdampak pandemic Covid-19 adalah mereka umat Islam. Persatuan di kalangan kekuatan politik Islam akan memastikan jika arah kebijakan pemerintah akan terus ditujukan kepada mereka yang lemah dan dilemahkan. Wallahu alam bishawab.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!