Rahasia Ied Al-Fitri

Kamis, 13 Mei 2021 - 08:56 WIB
Secara semantik, al-Qur’an menggunakan beragam istilah untuk menunjuk kepada manusia, dan istilah-istilah itu mempunyai maknanya sendiri-sendiri. Al-Qur’an terkadang menggunakan istilah al-insan yang mengacu pada manusia laki-laki dan perempuan dengan 91 kali disinggung di dalam al-Qur’an, istilah Ins sebanyak 18 kali, insan sebanyak 65 kli, una> s sebanyak 5 kali, unasiyun satu kali, insiyyan dan musta’nasiyyan sebanyak 65 kali. Menggunakan istilah basyaran sebanyak 10 kali, basyariyyin satu kali. Menggunakan istilah Adam, ibn Adam, bani Adam, dan dzurriyatu Adam, sebanyak 25 kali. Juga menggunakan istilah al-Na> s sebanyak 241 kali, rajulun dan derivasinya sebanyak 57 kali, al-mar’atu dan derivasinya sebanyak 11 kali, imra’atun dan derivasinya sebanyak 26 kali dan al-Nisa’ dan derivasinya sebanyak 59 kali. Terkadang juga menggunakan istilah nafs dan derivasinya sebanyak 295 kali.

Namun ketika hendak membahas esensi manusia, biasanya para ulama’ melihatnya dari sisi proses penciptaannya. Jika dilihat dari segi proses penciptaanya, manusia dicipta melalui tiga bentuk. Pertama, dari tidak ada menjadi ada yang ditangani langsung oleh Tuhan, yakni proses penciptaan nabi Adam (Shad:75), yang dicipta dari tanah, lalu Allah meniupkan ruh-Nya ke dalam diri Adam (Shad:71-72). Sebagai penciptaan “awal”, Adam disebut sebagai bapak manusia. Lalu Allah menciptakan anak-anak Adam lain melalui dua proses yang berbeda. Kedua, proses penciptaan manusia melalui bertemunya ovum perempuan dan mani laki-laki, seperti yang terjadi pada manusia umumnya (al-Mukminun:12-14). Ketiga, proses penciptaan dari rahim seorang perempuan tanpa suami, yakni penciptaan nabi Isa (Maryam:16-17, 18-22).

Proses penciptaan manusia pertama dan (kedua) itu mengandung makna simbolik, baik sosiologis maupun teologis. Unsur tanah biasanya mendorong manusia untuk mengedepankan kebutuhan dimensi jasadinya, seperti membutuhkan keberadaan pihak lain sehingga manusia disebut sebagai makhluk sosial. Sedang unsur ruh ilahi mendorong manusia untuk mengedepankan kebutuhan dimensi ruhaninya, seperti kebutuhan akan Tuhan sehingga manusia disebut sebagai makhluk ber-Tuhan (Al-Rum:30). Seakan menegaskan esensi kebertuhanan manusia itu, di tempat lain Al-Qur’an menampilkan kisah dialogis Tuhan dengan calon manusia yang masih berada dalam kandungan ibundanya yang menegaskan bahwa dia sudah mengetahui, mengakui dan menjadi saksi akan keberadaan Allah sebagai Tuhannya (Al-A’raf:172). Ayat ini menegaskan, manusia sejak awal (masa pra eksistensial, yakni ketika manusia belum mempunyai kesadaran intelektual) dicipta dengan suatu bentuk (jenis) khusus yang masih murni baik dari segi ruh maupun jasadnya yang secara fit}ri adalah ber-Tuhan.

Mengapa Tuhan masih perlu menurunkan agama kepada manusia?

Itu tidak lain, karena proses penciptaan manusia pertama itu juga mengandung makna simbolik yang bersifat etis. Pada masa awal penciptaan Adam, tanah liat dipahami sebagai simbol kehinaan, sebaliknya ruh ilahi dipahami sebagai simbol kemulyaan. Sejalan dengan kedua dimensi itu, al-Qur’an sesekali menempatkan manusia sebagai makhluk yang hina, bahkan lebih hina daripada binatang (al-Baqarah:65, al-Maidah:60 dan al-A’raf:179), di sisi lain juga menempatkan manusia sebagai makhluk yang mulia (al-Isra’:70), dan lebih mulia daripada Malaikat.

Namun demikian, dimensi tanah-jasadi manusia seringkali lebih kuat tarikannya daripada dimensi ruhaninya, sehingga ia mendorong manusia untuk melakukan sesuatu yang hina yang menjadi kebutuhan dimensi tanah-jasadiyahnya, yang dalam bahasa agama disebut perbuatan dosa, seperti menfitnah, berkeluh kesah, melakukan kekerasan, mencuri, korupsi, berzina dan perbuatan tidak etis lainnya. Karena itu, Tuhan menurunkan agama, bukan hanya untuk memberinya petunjuk ke jalan yang benar, agar manusia memenuhi kebutuhan akan nilai-nilai mulya yang menjadi kebutuhan dimensi ruh ilahinya, tetapi juga untuk membersihkan dosa-dosa yang dilakukan atas dorongan dimensi tanah-jasadinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!