Resesi Ekonomi Masih Bercokol

Jum'at, 07 Mei 2021 - 06:30 WIB
Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi Pulau Sulawesi sudah mencatat positif 1,2% serta Maluku dan Papua dengan pencapaian positif sekitar 8,97%. Sementara itu, perekonomian di Pulau Bali dan Nusa Tenggara mencatatkan kontraksi terdalam hingga mencapai 5,16%, diikuti Pulau Kalimantan pada level -2,23%. Terlepas dari angka-angka kontraksi itu, pihak BPS mencatat sebanyak 10 provinsi sudah mengalami pertumbuhan ekonomi positif.

Melihat angka-angka terkait pertumbuhan perekonomian nasional, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo semakin optimistis pertumbuhan perekonomian nasional bakal berada di zona positif pada kisaran 4,3% hingga 5,3%. Dari pihak BI sendiri sederet kebijakan telah diterbitkan untuk ikut memulihkan perekonomian yang sudah setahun lebih terpuruk. Lihat saja, sektor konsumsi kebijakan bank sentral telah merelaksasi serius pada sektor kredit rumah dan kendaraan bermotor dengan instrumen down payment (DP) 0%. Selain itu, BI telah menurunkan suku bunga kredit dan melakukan pelonggaran likuiditas perbankan.

Walau tren pertumbuhan ekonomi nasional semakin positif, bukan berarti kerja pemerintah mulai ringan. Justru, hal ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengeluarkan Indonesia dari jurang resesi ekonomi. Indikator lain yang menunjukkan kinerja ekonomi mulai berotot adalah neraca perdagangan yang terus mencetak suprlus sepanjang awal tahun ini.

Bagaimana dengan pertumbuhan ekonomi untuk kuartal kedua 2021? Suara para ekonom seragam dengan sangat optimistis bahwa kuartal kedua tahun ini pertumbuhan ekonomi nasional sudah meninggalkan zona minus. Namun, di balik semua itu, harus diwaspadai pengaruh eksternal dari pelemahan ekonomi global menyusul munculnya mutasi virus korona versi baru.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!