Resesi Ekonomi Masih Bercokol

Jum'at, 07 Mei 2021 - 06:30 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional berada di level minus 0,74% pada kuartal pertama tahun ini. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
RESESI ekonomi masih setia bercokol di negeri ini. Pertumbuhan ekonomi nasional dengan merujuk pada publikasi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) berada di level minus 0,74% pada kuartal pertama tahun ini. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi domestik sudah mengalami minus selama empat kuartal berturut-turut, yakni kuartal kedua 2020 minus 5,32% berlanjut kuartal ketiga 2020 minus 3,49% dan kuartal keempat 2020 minus 2,19%.

Kecenderungannya terus menunjukkan penurunan hingga 0,74% pada triwulan pertama tahun ini. Fakta tersebut diklaim oleh pemerintah bahwa pemulihan ekonomi nasional sudah pada jalur yang tepat sehingga optimistis target pertumbuhan ekonomi yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 bisa terealisasi.



Sebelumnya, sejumlah kalangan, baik dari pemerintah maupun para ekonom, sudah memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional masih mencatatkan minus. Sebagaimana diprediksi Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bahwa pertumbuhan ekonomi masih alami kontraksi dengan rentang minus 0,6% – 0,9% secara tahunan pada triwulan pertama tahun ini. Lebih tegas, Kepala Ekonom BCA David Samuel menyatakan Indonesia belum bebas dari resesi ekonomi pada kuartal pertama 2021. David memprediksi pertumbuhan ekonomi di level minus 0,87% pada kuartal pertama tahun ini

Prediksi dari Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani juga seirama dengan pemerintah dan para ekonom. Shinta menyatakan tidak akan kaget apabila Indonesia masih dalam situasi dan kondisi resesi ekonomi pada tiga bulan pertama tahun ini. Petinggi Kadin itu mengakui bahwa pemulihan ekonomi nasional semakin baik, namun masih sangat berat menuju ke arah positif. Untuk kuartal kedua, baik Shinta maupun sejumlah ekonom satu suara bahwa Indonesia bisa lolos dari resesi ekonomi. Apalagi, pada kuartal kedua ada momen Lebaran yang diiringi kebijakan pemerintah untuk meningkatkan konsumsi masyarakat.

Lalu, sektor apa saja yang berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini? Dari 17 lapangan usaha atau sektor terdapat enam sektor yang sudah berada di zona hijau dan 11 sektor masih negatif. Lima sektor yang tercatat positif meliputi Infokom, Perdagangan Air, Jasa Kesehatan, Pertanian, Listrik, dan Real Estate. Meski 11 sektor yang masih berada di teritori negatif, kontraksinya semakin tipis dibandingkan pada kuartal keempat tahun lalu.

Tanda-tanda pemulihan ekonomi pelan tapi pasti sudah memberi secercah harapan meski masih alami kontraksi. Setidaknya bisa dilihat dari angka-angka pertumbuhan ekonomi nasional per pulau. Sulit untuk digeser pertumbuhan ekonomi masih tetap didominasi Pulau Jawa yang berkontribusi sekitar 58,7% dengan tingkat kontraksi sekitar 0,83%, diikuti Pulau Sumatera dengan sumbangan 21,53% dan mencatat kontraksi sekitar minus 0,86%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!