PAN Tidak Akan Ikut Poros Islam di Pemilu 2024, Ini Alasannya
Kamis, 15 April 2021 - 17:12 WIB
Viva Yoga Mauladi (kiri) bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Wacana Poros Islam di Pemilu 2024 muncul setelah pertemuan antara petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) . Menyikapi hal itu, Partai Amanat Nasional (PAN) mengapresiasi namun tidak akan ikut.
"PAN memberikan apresiasi atas sikap politik tersebut sebagai bagian dari ijtihad politik PPP dan PKS. Namun, PAN tidak akan ikut wacana Poros Islam . Hal ini karena beberapa hal penting sebagai dasar pemikiran PAN," ujar Juru Bicara PAN Viva Yoga Mauladi kepada SINDOnews, Kamis (15/4/2021).
Yoga lalu membeberkan alasannya. Pertama, meski ciri/identitas khas partai politik atau ideologi politik partai telah dijamin di Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai politik, namun kita harus hati-hati menggunakan politik identitas berbasis agama sebagai merek jualan ke publik.
"Simbol-simbol agama sebaiknya jangan dimasukkan ke dalam turbulensi politik karena dapat menyebabkan keretakan kohesivitas sosial dan dapat mengganggu integrasi nasional. Menurut saya, yang dimaksud sekjen PAN, Mas Eddy Soeparno adalah pemikiran seperti itu," kata Yoga.
Baca juga: Yusril Sarankan PPP-PKS Bentuk Koalisi Partai Islam, PBB Siap Aktif Bergabung
Wakil Ketua Umum DPP PAN ini menambahkan, di beberapa kasus di pilkada atau di pilpres adalah bukti dan fakta lapangan yang mesti menjadi pelajaran sejarah bagi kita. "PAN tidak ingin kondisi seperti itu akan terulang lagi," tegasnya.
"PAN memberikan apresiasi atas sikap politik tersebut sebagai bagian dari ijtihad politik PPP dan PKS. Namun, PAN tidak akan ikut wacana Poros Islam . Hal ini karena beberapa hal penting sebagai dasar pemikiran PAN," ujar Juru Bicara PAN Viva Yoga Mauladi kepada SINDOnews, Kamis (15/4/2021).
Yoga lalu membeberkan alasannya. Pertama, meski ciri/identitas khas partai politik atau ideologi politik partai telah dijamin di Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai politik, namun kita harus hati-hati menggunakan politik identitas berbasis agama sebagai merek jualan ke publik.
"Simbol-simbol agama sebaiknya jangan dimasukkan ke dalam turbulensi politik karena dapat menyebabkan keretakan kohesivitas sosial dan dapat mengganggu integrasi nasional. Menurut saya, yang dimaksud sekjen PAN, Mas Eddy Soeparno adalah pemikiran seperti itu," kata Yoga.
Baca juga: Yusril Sarankan PPP-PKS Bentuk Koalisi Partai Islam, PBB Siap Aktif Bergabung
Wakil Ketua Umum DPP PAN ini menambahkan, di beberapa kasus di pilkada atau di pilpres adalah bukti dan fakta lapangan yang mesti menjadi pelajaran sejarah bagi kita. "PAN tidak ingin kondisi seperti itu akan terulang lagi," tegasnya.
Lihat Juga :