Eijkman: Vaksin Nusantara Pernah Dipakai untuk Terapi Kanker
Kamis, 25 Maret 2021 - 08:00 WIB
Metode dendritik ini, lanjut Amin, pernah dicoba untuk terapi kanker. Dan penggunaan untuk SARS-Cov-2 penyebab COVID-19 pertama kali di dunia. “Nah itu teknologi itu memang sudah dicoba dan itu untuk terapi. Terapi kanker. Untuk vaksin penyakit infeksi belum ada yang pernah digunakan. Jadi saat ini penggunaan SARS-Cov-2 ini memang salah satu yang dicoba pertama kali, yang akan diterapkan di manusia.”
Amin menjelaskan bahwa gagasan dari metode dendritik ini adalah untuk meningkatkan respons imun. “Memang gagasannya adalah untuk meningkatkan respons imun terhadap bagian-bagian dari mikroba yang akan dihentikan.” Baca juga: Politikus Gerindra Angkat Bicara soal Penelitian Vaksin Nusantara Dihentikan
“Jadi intinya, dalam penyiapan vaksin dendritik ini, dari sel manusia yang diambil kemudian di biak, atau diberi antigen yang berupa bagian-bagian dari virus SARS-Cov-2 ini. Sehingga, sel dendritik ini sesuai sifatnya akan mengambil protein yang diberikan. Kemudian akan dimunculkan. Nah itu yang diharapkan munculnya kekebalan,” papar Amin.
Amin menjelaskan bahwa gagasan dari metode dendritik ini adalah untuk meningkatkan respons imun. “Memang gagasannya adalah untuk meningkatkan respons imun terhadap bagian-bagian dari mikroba yang akan dihentikan.” Baca juga: Politikus Gerindra Angkat Bicara soal Penelitian Vaksin Nusantara Dihentikan
“Jadi intinya, dalam penyiapan vaksin dendritik ini, dari sel manusia yang diambil kemudian di biak, atau diberi antigen yang berupa bagian-bagian dari virus SARS-Cov-2 ini. Sehingga, sel dendritik ini sesuai sifatnya akan mengambil protein yang diberikan. Kemudian akan dimunculkan. Nah itu yang diharapkan munculnya kekebalan,” papar Amin.
(kri)
Lihat Juga :