Siapkan Langkah Antisipatif, Lazismu Salurkan Bantuan Ketahanan Pangan Tahap 2
Rabu, 20 Mei 2020 - 04:43 WIB
Hilman menambahkan, total rencana bantuan yang akan disalurkan selanjutnya dalam bentuk sembako lebih dari 113.000 paket. Selain warga terdampak, ada ribuan masjid yang dibantu Lazismu dan MCCC di berbagai daerah. Termasuk rencana penyaluran bantuan santunan untuk program bakti guru sebanyak 1.488 paket, bantuan untuk guru ngaji (ustadz) sejumlah 1.680, santunan duka meninggal akibat Covid-19 sebanyak 100 paket, takjil dan multivitamin sebanyak 20.100 paket, penyemprotan disinfekan masjid 1000 paket, pencegahan Covid-19 sebanyak 7.794 paket dan program paket lainnya sebanyak 30 paket.
“Apresiasi saya sampaikan kepada lembaga-lembaga yang telah bermitra dengan Lazismu serta para donatur yang memercayakan donasinya kepada Lazismu,” paparnya.
Pada kesempantan ini, perlu kami sampaikan juga, bahwa program ketahanan pangan yang masih berlangsung sampai Ramadhan tahun ini merupakan program jangka menengah yang sudah dirancang oleh Lazismu.
“Terlepas dari fakta dan situsasi yang ada belakangan ini termasuk adanya kebijakan pelonggaran, namun kita harus tetap waspada dan hati-hati karena pandemic ini belum sepenuhnya berakhir,” pungkasnya.
Sekali lagi, yang difokuskan Lazismu adalah dari sisi ketahanan pangan. Langkah-langkahnya ke depan yang dilakukan adalah bagaimana memanfaatkan lahan-lahan yang ada untuk ditanami tanaman yang menghasilkan pangan. “Lazismu tidak berhenti sampai di penyaluran bantuan, namun dalam situasi yang seperti ini dibutuhkan langkah-langkah strategis dengan tetap melaksanakan program dengan sikap antisipatif,” tutupnya.
“Apresiasi saya sampaikan kepada lembaga-lembaga yang telah bermitra dengan Lazismu serta para donatur yang memercayakan donasinya kepada Lazismu,” paparnya.
Pada kesempantan ini, perlu kami sampaikan juga, bahwa program ketahanan pangan yang masih berlangsung sampai Ramadhan tahun ini merupakan program jangka menengah yang sudah dirancang oleh Lazismu.
“Terlepas dari fakta dan situsasi yang ada belakangan ini termasuk adanya kebijakan pelonggaran, namun kita harus tetap waspada dan hati-hati karena pandemic ini belum sepenuhnya berakhir,” pungkasnya.
Sekali lagi, yang difokuskan Lazismu adalah dari sisi ketahanan pangan. Langkah-langkahnya ke depan yang dilakukan adalah bagaimana memanfaatkan lahan-lahan yang ada untuk ditanami tanaman yang menghasilkan pangan. “Lazismu tidak berhenti sampai di penyaluran bantuan, namun dalam situasi yang seperti ini dibutuhkan langkah-langkah strategis dengan tetap melaksanakan program dengan sikap antisipatif,” tutupnya.
(ars)
Lihat Juga :