Survei indEX: AHY Empat Besar Capres 2024 Bayangi Prabowo, RK dan Ganjar
Jum'at, 12 Maret 2021 - 15:56 WIB
Kepala daerah di dua provinsi terpadat di Pulau Jawa itu potensial menjadi pemimpin nasional masa depan. Yang menarik, AHY dari awalnya hanya 1-2%, dalam waktu cepat menyalip sejumlah nama, kini elektabilitasnya mencapai 7,0%. Di sisi lain Sandi dari 10-11% melorot menjadi 6,8%, sedangkan Anies dari 13% kini tinggal 6,3%. “AHY diuntungkan oleh pertarungan internal di Partai Demokrat, sebagai capres unggulan dari kalangan oposisi,” lanjut Hendri.
Sebagai catatan, Moeldoko yang mengudeta kepemimpinan Demokrat hanya mampu meraih elektabilitas 0,4% atau di bawah 1%. “Kesan AHY sebagai figur yang dizalimi tampaknya mendulang simpati dari publik,” tandas Hendri.
Berbagai pernyataan yang dilontarkan SBY juga mencitrakan Demokrat tengah diobok-obok penguasa, seperti PDI kubu Megawati semasa Orde Baru yang berujung peristiwa 27 Juli 1996. Selain itu ada nama-nama seperti Tri Rismaharini sebesar 4,6%, Erick Thohir sekitar 3,3%, Khofifah Indar Parawansa 2,7%, dan Giring Ganesha sebesar 2,1%. Lalu Mahfud MD sebesar 1,6%, Puan Maharani sebesar 1,3%, Susi Pudjiastuti sekitar 1,1%.
Sisanya seperti halnya Moeldoko hanya di bawah 1%, antara lain Gatot Nurmantyo 0,7%. Sedangkan yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab 11,3%. “Peta capres masih dinamis, apalagi masih banyak waktu hingga tiga tahun ke depan,” pungkas Hendri.
Survei Index Research dilakukan pada 25 Februari-5 Maret 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia, dilakukan melalui telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,9%, pada tingkat kepercayaan 95%.
Sebagai catatan, Moeldoko yang mengudeta kepemimpinan Demokrat hanya mampu meraih elektabilitas 0,4% atau di bawah 1%. “Kesan AHY sebagai figur yang dizalimi tampaknya mendulang simpati dari publik,” tandas Hendri.
Berbagai pernyataan yang dilontarkan SBY juga mencitrakan Demokrat tengah diobok-obok penguasa, seperti PDI kubu Megawati semasa Orde Baru yang berujung peristiwa 27 Juli 1996. Selain itu ada nama-nama seperti Tri Rismaharini sebesar 4,6%, Erick Thohir sekitar 3,3%, Khofifah Indar Parawansa 2,7%, dan Giring Ganesha sebesar 2,1%. Lalu Mahfud MD sebesar 1,6%, Puan Maharani sebesar 1,3%, Susi Pudjiastuti sekitar 1,1%.
Sisanya seperti halnya Moeldoko hanya di bawah 1%, antara lain Gatot Nurmantyo 0,7%. Sedangkan yang menyatakan tidak tahu/tidak menjawab 11,3%. “Peta capres masih dinamis, apalagi masih banyak waktu hingga tiga tahun ke depan,” pungkas Hendri.
Survei Index Research dilakukan pada 25 Februari-5 Maret 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia, dilakukan melalui telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,9%, pada tingkat kepercayaan 95%.
(cip)
Lihat Juga :